Sergei Krikalev, Astronaut Tak Pulang ke Bumi karena Tak Punya Uang, Ko Bisa?

Terlebih, dia selama di bumi tidak pernah mengikuti pelatihan astronaut dalam waktu lebih dari 5 bulan. Perpanjangan durasi jelas jadi malapetaka bagi dirinya.

Untuk menyemangati diri, Krikalev meminta dikirimkan madu. Namun, tidak ada madu saat itu. Sebagai gantinya, ia malah dikirimi lemon dan horseradish, jenis lobak pedas yang tumbuh di Rusia dan Hongaria.

Di Stasiun Ruang Angkasa Uni Soviet Mir, ada kapsul Raduga yang secara spesifik didesain untuk kembali ke Bumi. Jika Krikalev menggunakannya, maka ia bisa pulang ke Bumi.

Di sisi lain, Krikalev menimbang-nimbang, jika ia pergi dari Mir, maka saat itu adalah akhir dari stasiun ruang angkasa tersebut. Sebab, tidak ada lagi orang yang akan merawatnya.

Namun, jika Krikalev bertahan di ruang angkasa, maka kesehatannya akan terancam. Salah satu risiko efek sampingnya antara lain penyusutan massa otot (muscle atrophy), paparan radiasi, risiko kanker, dan pelemahan sistem imun dari hari ke hari.

Bantuan Jerman

Setelah berada di luar angkasa selama 10 bulan atau 311 hari dan mengelilingi bumi 5.000 kali, Krikalev akhirnya bisa sampai kembali ke bumi. Pada 25 Maret 1992, pemerintah Jerman membayari biaya kepulangan Krikalev.

Ia bisa pulang usai Jerman membayar US$ 24 juta dolar untuk membelikan tiket bagi penggantinya, Klaus-Dietrich Flade.

Dia pun pulang dengan selamat meski hampir sekarat. Setibanya di Bumi, ia terlihat masih menggunakan pakaian ruang angkasa yang bertuliskan USSR dan patch bendera Uni Soviet.

Saat tiba wajahnya pucat dan tulang-tulangnya tak bisa menopang berat tubuh Krikalev. Hanya satu hal positif yang didengarnya, yaitu fakta kalau dia lebih muda 0,002 detik dibanding manusia di seluruh bumi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel