Uni Soviet Bubar
Hingga akhirnya, di penghujung Desember, Uni Soviet dinyatakan bubar dan tidak ada lagi di dunia. Ketiadaan negara komunis itu praktis membuat nasib Krikalev terkatung-katung.
Saat meminta pulang ke bumi dia ditolak pemerintah Rusia. Alasannya sederhana karena dunia astronomi bukan lagi prioritas utama.
Pemerintah lebih baik fokus mengurusi perbaikan ekonomi ketimbang mengeluarkan uang hingga jutaan dollar hanya untuk memulangkan satu orang astronaut. Kemudian, baru Krikalev diberi tahu bahwa pihak di Bumi tidak ada uang untuk membawanya pulang.
Pada saat itu keadaan keuangan Uni Soviet sedang kolaps. Pemerintah sampai menjual berbagai peralatan ruang angkasa yang dimiliki, seperti kursi roket hingga Stasiun Ruang Angkasa Mir sendiri.
Pemerintah menjual kursi roket Soyuz pada negara lain untuk menambah uang. Austria membeli satu kursi roket Soyuz seharga 7 juta dollar.
Sementara, Jepang membeli satu kursi lainnya seharga 12 juta dollar untuk mengirimkan reporter TV ke ruang angkasa. Rusia juga berencana menjual cepat Stasiun Ruang Angkasa Mir kendati sedang ada program yang berjalan.
Ini artinya, anggota kru lain yang sedang bertugas di stasiun tersebut pulang ke Bumi. Namun, Krikalev sebagai insinyur penerbangan tidak bisa pulang.
Sekalipun diperbolehkan pulang, tak ada negara yang bisa jadi tempat mendarat. Kazakhstan, negara lokasi peluncuran roket, sudah mengalami perubahan.
Minta Madu
Dengan kondisi demikian, Krilalev dinyatakan telantar di luar angkasa. Dia memang tidak sendirian karena masih ada astronaut lain. Namun, Krikalev jadi astronaut terlama di Mir.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel