Sendal Seribu, Siap Untuk Melakukan KehendakNya

Bacaan suci pada hari ini, menegaskan perihal doa yang menjadi nyata dalam tindakan setiap hari atau segala tindakan yang kita lakukan hendaknya dasari pada semangat DOA. DOA menjadi sumber inspirasi, sumber semangat, sumber gairah dalam beraktivitas. Dengan berdoa, kita sesungguhnya mempercayakan seluruh hidup kita ke dalam Penyelenggaraan Ilahi dan pada saat yang sama kita menyiapkan diri kita untuk melakukan kehendakNya.

Singkatnya, dasar utama dari kesiapsediaan kita untuk melakukan kehendak Allah adalah kepercayaan yang total pada Penyelenggaraan Ilahi. Dengan cara ini, kita tidak sedang membangun sebuah rumah rohani di atas pasir tetapi kita telah, sedang dan akan terus membangun rumah rohani di atas wadas yang kokoh tak tergoyahkan.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih,
Doa bukanlah sebuah rumusan kata-kata indah yang mudah untuk dibaca dan dihafal. Melainkan DOA adalah kehidupan itu sendiri. Kalau kita berdoa maka kita sedang menghidupi doa yang sedang kita doakan. Artinya, doa tidak hanya berhenti pada rumusan kata-kata kaku yang kerap kehilangan makna dan arti karena keseringan dibaca. Sebaliknya, doa akan tetap menjadi sebuah doa yang hidup kalau doa-doa yang dipanjatkan sungguh berakar pada pengalaman dikasihi oleh ALLAH dan sungguh diwujudnyatakan dalam perbuatan kita setiap hari.

Kalau kita membatasi diri pada doa sebagai sebuah rumusan kaku dan yang mudah ntuk dihafal maka hal ini akan sangat nampak dalam kehidupan sehari-hari yang selalu diwarnai dengana marah, cemburu, iri hati, cepat emosi, pendendam dan sombong. Tetapi sebaliknya, jika kita membuka seluruh diri kita pada doa dan kehendakNYA maka kehidupan kita akan dipenuhi dengan sukacita, kesabaran, kelemahlembutan, kasih sayang dan penuh damai.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel