Sendal Seribu, SDP: Sedekah; Doa; Puasa

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Demikianlah Sabda Tuhan

SDP: Sedekah; Doa; Puasa

Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Hari ini kita mengawali masa liturgi yang baru yaitu masa puasa, masa tobat,masa Prapaskah. Masa di mana kita berusaha dengan segala keterbatasan dan kekurangan kita untuk meninggalkan cara hidup kita yang lama, meninggalkan kegelapan dosa, dan memutuskan keinginan untuk berkolaborasi dengan kegelapan. Inilah Masa Prapaskah yakni saat paling tepat untuk menjawab seruan rahmat Allah pada umatNya, jawaban tersebut dijawab oleh kita dengan tiga hal ini yakni sedekah, doa dan puasa.

 

Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Dalam bacaan injil pada hari ini, Tuhan Yesus membicarakan ketiga hal ini yakni sedekah[2-4], doa [5-13] dan puasa [16-18]. Di sini Yesus tidak mempersoalkan kewajiban orang Yahudi. Yang menjadi persoalan dan kritik YESUS terhadap kewajiban mereka ini adalah bahwa ketiga hal itu tidak harus lakukan di depan orang supaya orang banyak melihatnya. Apabila ketiga hal ini, sedekah, doa dan puasa, kita melakukannya di depan banyak orang supaya dilihat oleh orang lain, dipuji dan disanjung-sanjung, menjadi pertunjukkan bagi banyak orang maka sesungguhnya kita tidak melakukannya dengan cinta yang tulus dan hati yang yang murni. Ada kemunafikan dan kesombongan yang terjadi di sana. Dengan demikian, kita tidak akan mendapatkan upah dari apa yang kita lakukan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel