Sendal Seribu, Rendah Hati: Melakukan Apa yang Dikatakan

Sebagaimana Yesus, Dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Semangat inilah yang tidak dimiliki oleh ahli-ahli Taurat, sehingga YESUS sangat mengecam kemunafikan mereka, yang suka mencari pencitraan, melayani bukan karena didorong oleh semangat kerendahan hati tapi karena ingin dipuji, dilihat banyak orang, dihargai dan ingin mendapatkan penghormatan.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih,
Sampai disini, kita berhenti sejenak, jeda dalam hidup kita. Sampai saat ini, ingatlah peribahasa latin verba docent exempla trahunt, kata-kata yang mengajar, tindakan yang memveri teladan.

 

Kita berbicara tentang kasih, tapi kita memiliki dendam. Kita berbicara tentang saling mengampuni tetapi di dalam hati kita, kita sulit mengampuni sesama saudara kita. Saat kita berbicara tentang damai, tetapi kita kadang menjadi sumber perpecahan di dalam keluarga, lingkungan. Kita berbicara tentang keadilan, tapi kita masih korupsi, kolusi dan nepotisme.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih,
Marilah kita berbenah diri, Bongkar Kebiasaan Lama, Kita hidup dalam semangat kerendahan hati. Jangan biarkan egoism, kemunafikan, kesombongan mencuri semangat pelayanan dan kerendahan hati di dalam hati kita.

Rendah Hati

Marilah kita berdoa: ALLAH BAPA YANG MAHAAGUNG, semoga hati kami selalu terbuka terhadap kehadiranMu. Berilah kami semangat kerendahan hati supaya kami melakukan apa yang kami ajarkan, kami melayani dengan tulus dan tanpa pamrih agar kami melangkah maju menuju KerajaanMu yang abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Puteramu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel