Sendal Seribu, Menjadi Saudara Bagi Sesama

Sesunguhnya, semakin kita mengejar harta dunia ketimbang mengejar harta surgawi, pada saaat yang sama kita telah kehilangan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang abadi. Apa yang kita lakukan di dunia ini adalah sebuah upaya untuk memeroleh kehidupan baru dan kekal kelak.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus
Kisah orang kaya dan lazarus yang miskin dalam bacaan Injil pada hari ini, mengundang kita untuk tidak melekatkan diri kepada harta duniawi dan jangan sampai harta duniawi munutup pandangan kita untuk melihat kehadiran Allah di setiap peristiwa hidup kita.

Di samping itu, harta duniawi tidak menjamin persatuan yang mesra dengan Allah. Bila harta duniawi semakin menjauhkan kita dari cinta kasih Allah maka, lepaskanlah!

Tuhan Yesus mau agar kita tetap memfokuskan diri padaNYA. Hidup dalam semangat kemiskinan agar kita bisa berbagi dan menunjukkan belas kasihan dan kasih kepada orang lain yang membutuhkan kita.

Di samping itu, kisah injil hari ini hendaknya mengajak kita untuk bertobat. Selagi masih ada waktu bertobatlah! Berbaliklah kepada Allah dan berani untuk menyatakan kasihNYA kepada yang miskin, kepada lazarus yang lain. Kita jangan dulu berpikir terlalu jauh ntuk menjumpai lazarus yang miskin di luar dari hidup kita.

Kita perlu untuk sejenak meluangkan waktu masuk ke dalam kehidupan kita, ke dalam keluarga kita dan komunitas kita saat ini.

Marilah kita menjumpai orang miskin, Lazarus yang miskin, di dalam keluarga kita masing-masing. Mereka yang haus dan rindu akan belas kasih, rindu akan kasih, rindu akan perhatian dan lain sebagainya yang semakin berkurang dan dirasakan di dalam keluarga kita masing-masing. Kita harus berani untuk menyatakan kasih ALLAH mulai dari dalam keluarga kita, dari dalam komunitas kita.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel