Ketika kita berdoa, kita sungguh mengalami KASIH ALLAH. ALLAH yang mengasihi kita pada pendosa. Karena pengalaman inilah, sehingga kita berani mengakui segala salah dan dosa kita. kita hadir di dalam doa apa adanya. Kita hadir di dalam doa dengan segala kelemahan dan dosa kita. BUKANKAH demikian yang dilakukan oleh Pemungut cukai dalam kisah injil hari ini. Dia datang kepada YESUS. Bukan menengadah, bukan membusungkan dada. Bukan mencari muka dengan menjelekkan orang lain. TAPI, dia datang dengan segala rendah hati, mengakui segala salah dan dosanya, dan memohon ampun. Pemungut Cukai sungguh mengalami KASIH Allah YANG PENUH KASIH DAN RAHIM. Menerimanya apa adanya dan menganugerahinya rahmat pengampunan.
Kita juga perlu mengalami KASIH ALLAH DI DALAM DOA, agar doa-doa kita bukan sebatas rumusan kaku tanpa makna, tetapi sebuah ayunan hati yang meluap dari dalam hati, sebagai ungkapan syukur atas KASIHNYA yang menganugerahi rahmat pengampunan. Semoga kita bisa mengalami KASIH ALLAH di dalam doa sehingga kita tidak lagi terjebak dalam sikap iri hati, cemburu, sombong, kebiasaan menceritakan kejelekkan dan keburukan orang lain. BONGKAR kebiasaan lama. Kita harus bisa mengalami KASIH ALLAH SENDIRI di dalam doa-doa harian kita.

Dio Vi Benedica
Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan