Sendal Seribu, HRD: Hati, Rumah Doa

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Dalam bacaan Injil pada hari ini, kita telah menyaksikan Yesus yang masuk Bait Allah. Lalu, apa yang ditemukanNya? Ia tidak mendapatkan orang sedang berdoa, melainkan orang sibuk berjualan, berdagang. Tanpa basa-basi, Yesus pun segera mengusir para pedagang itu untuk keluar dari dalam Bait Allah. Ini adalah Bait Allah. Ini adalah RumahKu. Dan RumahKu dan Rumah doa.

Yesus juga, pada hari, sedang masuk hati kita: Bait Allah, RUMAH DOA. Apa yang ditemukanNYA? Adakah hati kita sedang berdoa, memuji dan memuliakan Allah, yang ditemukanNya? Adakah DIA menemukan Hati kita yang sedang terpikat pada SabdaNya? Dan, adakah hati kita selalu mendengarkanNya bersabda, ataukah mendengarkan suara-suara sumbang yang lebih kuat daripada suara YESUS? YESUS TIDAK MENEMUKAN sesuatu yang special di dalam hati kita. Hati kita telah menjadi sarang penyamun, tempat menyimpan dendam, iri hati, cemburu, sakit hati. Hati kita semakin jauh dari Kasih Allah, Hati tidak lagi menjadi tempat kediaman kasih dan sukacita Allah. Saat hati sudah menjauh dari Allah, maka bagaimana bisa kita mengarahkan hati ini kepada Allah saat kita menjumpaiNya di Gereja atau Kapela? Bukankah dengan kehadiran tanpa hati yang terarah kepada Allah adalah salah satu tindakan di mana kita tidak menjadikan Rumah Tuhan sebagai Rumah Doa?

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Hari ini Yesus tidak hanya menyucikan Bait Allah Yerusalem. Tapi, Dia menyucikan Bait Allah yang hidup yakni tubuh kita ini. Dia mau bersemayam di dalam hati kita. RumahKu adalah rumah doa. Hati kita adalah HatiNya untuk berdoa. Di dalam hati kita ada Dia yang sedang berdoa. Di dalam hati kita ada Dia yang menarik kita untuk terpikat kepadaNya dan untuk setia mendengarkanNya. Mari kita buang jauh segala kesombongan, iri hati, kekuatiran yang berlebihan, masa lalu yang pahit, dendam, iri hati dan kebencian dari dalam hati ini, biarkanlah Yesus mengisinya dengan DiriNya sendiri, agar Sukacita Allah mengalir dalam hidup kita dan kita mampu memancarkan sukacita ini kepada keluarga dan anggota komunitas kita.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

One response to “Sendal Seribu, HRD: Hati, Rumah Doa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses