Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Agar dapat menjadi pribadi dipenuhi dengan PENGAMPUNAN dan BELAS KASIH, maka kita harus menyadari sungguh bahwa diri kita adalah orang berdosa yang membutuhkan BELAS KASIH ALLAH. Kesadaran ini yang membuat kita sungguh yakin dan percaya bahwa hanya pada Tuhan Allah, ada belas kasih dan pengampunan, meskipun kita telah berbuat dosa terhadap DIA (Dan 9: 8-9). ALLAH tidak akan pernah memerhitungkan dosa dan kesalahan kita. ALLAH juga tidak akan memperlakukan kita setimpal dengan dosa dan kesalahan kita (Mzm 130:10a). Dan, ALLAH mengasihi kita pendosa yang berat ini. Tetapi, ALLAH membenci dosa. ALLAH yang penuh BELAS KASIH dan PENGAMPUNAN menerima pertobatan dan penyesalan kita asalkan semuanya itu mengalir dari hati dan rasa sesal yang tulus.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Dalam bacaan Injil pada hari ini, kita mendengarkan pengajaran Yesus tentang hal menghakimi. “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah, dan kamu akan diampuni.” Allah sumber belas kasih dan pengampunan tidak menghakimi kita atas segala dosa dan kesalahan kita, lantas, siapakah kita yang berhak untuk menghakimi sesama yang telah bersalah kepada kita? Ketika kita sungguh mengalami KASIH ALLAH yang mencintai kita pendosa yang berat ini maka tidak ada alasan di dalam hidup kita untuk membenci saudara/I kita. Kebencian, sakit hati, kecemburuan, rasa dendam, keinginan untuk menghakimi dan menilai sesama itu semua terjadi karena kita belum sungguh mengalami KASIH ALLAH di dalam hidup harian kita.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






