Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, para ahli Taurat dan orang Farisi terus-menerus mengintai, dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Dengan itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.
Doa Rosario Suci Menjadikan Kita Saluran Kasih Karunia Allah
“Rosario telah menyertai saya di saat-saat suka dan di saat-saat duka, dalam Rosario saya selalu menemukan penghiburan.” (Santo Yohanes Paulus II)
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus,
Ketika hidup sudah berakar pada kesombongan maka selalu ada cara dari kita untuk menjebak orang lain, untuk menjatuhkan orang lain dan untuk menganggap remeh orang lain. Kita tidak akan pernah puas dan senang bila ada orang lain yang bahagia dan sukses di atas kebahagiaan dan kesuksesan kita.
Padahal, kalau kita sungguh mengalami perjumpaan dengan YESUS dalam doa dan hidup kita, maka kita akan menjadi saluran kasih Karunia Allah bagi sesama. Tatapan kita terhadap sesama pun menjadi sebuah tatapan yang penuh kasih dan persaudaraan. Kehadiran kita pun menjadi sebuah kehadiran yang dirindukan karena ADA KASIH yang lahir di sana.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus,
Hari ini kita kembali mendengarkan litany celakalah dari YESUS kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Litani kecaman ini lahir dari sikap mereka sendiri yang mengutamakan tampilan lahiriah tetapi mengabaikan keindahan jiwa.
Kehadiran mereka yang sesungguhnya harus menjadi perpanjangan KASIH KARUNIA ALLAH tidak sungguh dihayati dan dijalani dengan penuh tanggung jawab. Justru sebaliknya, mereka menjadi hambatan terbesar dalam menunjukkan kasih Allah dalam kehidupan setiap hari.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan