Kenapa Sekarang Semua Merasa Jadi Korban NPD?
Karena jujur aja…jadi korban itu enak.
Korban itu:
Nggak perlu minta maaf
Nggak perlu ngaca ke diri sendiri)
Selalu dapat dukungan
Begitu bilang:
“Aku korban NPD.”Langsung deh:
“Ya Allah sabar ya.”
“Kamu kuat banget.”
“Dia emang jahat.”
Selesai.
Nggak perlu mikir:
“Aku salah di mana ya?”
Emak-Emak & Story Sindiran
Ini bagian favorit
Story itu sering jadi tempat:
Curhat tapi nggak mau ditanya
Nyindir tapi nggak mau ngobrol
Ngaku kuat tapi pengen diperhatiin
Kalimatnya biasanya begini:
“Aku capek tapi nggak pernah dimengerti.”
“Aku selalu ngalah.”
Tapi jarang banget ada story:
“Mungkin aku juga keras.”
“Mungkin aku juga nyakitin.”
Padahal hubungan itu jarang satu arah.
Biasanya dua-duanya sama-sama capek, sama-sama ego, sama-sama pengen dimengerti.
Merasa Korban, Tapi Kok Mirip Pelaku?
Ini pahit, tapi sering kejadian.
Ciri-cirinya:
Nggak mau dikritik
Kalau dikritik, ngambek
Maunya dimengerti, tapi nggak mau ngerti
Selalu benar menurut versinya sendiri
Kalau orang lain beda pendapat:
“Kamu toxic.” (toxic = bikin nggak nyaman)
Kalau orang lain pasang batas:
“Kamu jahat.”
Padahal bisa jadi…orang lain cuma lagi capek juga.
Merasa korban terus, tapi nggak mau salah, itu bukan tanda sehat. Itu tanda ego lagi tinggi.
Pelaku NPD & Korban NPD Itu Nggak Sesimpel Hitam Putih
Di dunia nyata:
Kadang dua-duanya sama-sama nyakitin
Kadang satu nyindir, satu membalas
Kadang dua-duanya gengsi
Bukan: Aku malaikat Dia iblis, Kalau setiap cerita hidup selalu: Aku korban, Dia pelaku Coba tanya ke diri sendiri:
“Apa aku pernah nyakitin orang juga?”
NPD Jangan Jadi Tameng
Tameng itu artinya pelindung.
Kadang label NPD dipakai buat:
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan