infopertama.com – Pemerintah Indonesia masih mengkaji rencana penerapan pembelajaran daring di sekolah mulai April 2026 sebagai bagian dari strategi nasional menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Hingga kini, kebijakan tersebut belum diputuskan secara final.
Kajian ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong efisiensi penggunaan energi di sektor publik, termasuk pendidikan, kesehatan, serta layanan pemerintahan.
Meski demikian, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut sebelum resmi diberlakukan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM nasional. Saat ini, kebutuhan BBM Indonesia disebut telah melampaui 1,6 juta barel per hari.
Menurut Bahlil, pengurangan mobilitas harian masyarakat, termasuk aktivitas antar-jemput pelajar ke sekolah, berpotensi menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan, baik dalam jangka pendek maupun menengah.
Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Kebijakan Penghematan BBM yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pada 16 Maret 2026. Pertemuan yang digelar secara daring itu diikuti sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Selain sektor pendidikan, pemerintah juga mengkaji kebijakan penghematan energi bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui skema Work From Anywhere (WFA), yang memungkinkan pegawai negeri bekerja dari luar kantor secara lebih fleksibel untuk mengurangi mobilitas harian.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









