“Oleh karena itu, saya minta kepala sekolah untuk memberikan data atau identitas siswi-siswi tersebut untuk melakukan klarifikasi terbuka di depan ke-17 siswi tersebut, orang tua dan publik (media).”
Lebih lanjut saya katakan bahwa proses belajar mengajar yang saya lakukan selama ini berjalan dengan baik. Dan, tidak ada masalah apapun dengan seluruh peserta didik termasuk tidak ada pelecehan seksual.
Semua bentuk didikan baik peneguhan, interaksi dan diskusi awet hanya dilakukan dalam kelas dan via WA grup kelas.
“Untuk interaksi di luar kelas apalagi pada ruangan tertutup adalah tidak pernah terjadi.”
Jadi, sangat konyol sekali dengan tuduhan pelecehan seksual seperti yang diungkapkan atau dituduhkan kepada saya.
Hal ini menjadi satu bentuk diskriminasi dan perendahan harkat serta martabat saya sebagai salah satu guru pada tubuh pendidikan di NTT tercinta ini.
Lantas, MS memohon dengan rendah hati kepada Gubernur NTT melalui Kadis Pendidikan dan Olahraga NTT untuk periksa kepala sekolah yang bersangkutan yang dengan penuh skenario merusak citra pendidikan.
Saya juga telah mendapatkan informasi bahwa saya sudah dilaporkan ke pihak berwajib.
Ia menegaskan siap untuk mengikuti proses hukum.
“Saya tegaskan pula bahwa apabila hal ini tidak terbukti maka saya akan tuntut balik pihak pelapor.”**
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan