Ribut-Ribut SPPG MBG di Sragen Dekat Kandang Babi Berujung Relokasi

infopertama.com – Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Banaran, Sambungmacan, Sragen, ramai disorot lantaran dekat dengan peternakan babi. Hal itu memicu sejumlah reaksi warganet. Tidak hanya mempersoalkan lokasi, tetapi belakangan muncul tanda tanya mengapa peternakan babi yang justru diminta untuk ditutup, padahal sudah berdiri terlebih dulu selama puluhan tahun.

Permintaan penutupan peternakan sempat diamini pemilik kandang babi, Angga Wiyana Mahardika, dengan syarat kompensasi Rp 1 miliar.

“Kalau masih keberatan ya sudah, tidak usah mengganggu saya. Benar angka itu saya yang mengajukan. Kalau turun lagi, sepurane(maaf), saya tetap bertahan di sini,” ucapnya, beberapa waktu lalu.

Angga merinci nominal Rp1 miliar tersebut akan digunakan untuk mencari lahan, biaya pemindahan, hingga pengurusan izin. Apalagi, membangun kandang baru membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

“Tetap bersikeras dengan nilai Rp1 miliar, kalau turun dari situ tidak bisa. Sudah saya perhitungkan mulai dari cari lahan, izin, hingga pemindahan. Kalau saya menutup kandang, aset saya jual semua. Untuk membangun kembali itu butuh satu tahun,” lanjut dia.

Netizen ikut mempertanyakan alasan SPPG tampak tidak melakukan survei sebelum membangun sarana produksi makan bergizi gratis di lokasi tersebut.

“Kandang babi sudah ada sebelum SPPG itu hadir, berarti yang salah dapur SPPG karena tidak mikir sama lingkungan sekitar,” sorot salah satu netizen.

“Yg salah yg bangun sppg lah, kenapa bangun di dekat kandang babi,” timpal yang lain.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel