la menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya melalui program-program yang berpihak pada penguatan kampung adat dan perlindungan warisan budaya daerah.
“Program revitalisasi yang dilaksanakan pemerintah tidak hanya bertujuan membangun kembali rumah adat, tetapi juga memastikan agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang tetap menjaga semangat gotong royong selama proses pembangunan hingga pelaksanaan ritus adat.
Menurutnya, keberhasilan revitalisasi Mbaru Gendang tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat adat sebagai pemilik sekaligus penjaga tradisi.
Ritus Adat We’e Mbaru Gendang merupakan salah satu tradisi penting yang dilaksanakan ketika sebuah Mbaru Gendang telah selesai dibangun dan akan mulai dihuni. Rumah adat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial, budaya, dan pengambilan keputusan masyarakat adat.
Melalui ritual ini, masyarakat adat memanjatkan doa dan harapan agar Mbaru Gendang yang baru membawa keselamatan, kesejahteraan, kedamaian, dan keharmonisan bagi seluruh warga yang bernaung di dalamnya. Ritual ini juga menjadi sarana ana memperkuat ikatan persaudaraan serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Kehadiran Bupati Manggarai bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa Program Revitalisasi Mbaru Gendang Tahun 2025 yang telah menjangkau 92 Mbaru Gendang tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik rumah adat, tetapi juga berhasil menghidupkan kembali berbagai ritus dan tradisi budaya yang menjadi identitas masyarakat Manggarai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











