Renungan Katolik, Tegas Dalam Pilihan

Tegas dalam Pilihan
RD Ryano Tagung (ist)

Sabtu, 11 Juni 2022
PERINGATAN WAJIB ST. BARNABAS
1Raj. 19:19-21;Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10; Mat. 5:33-37
[Thn. V/VI/161/2022]
Pastor Riano Tagung, Pr

Marilah kita berdoa: YA YESUSKU, sering kuabaikan KASIH KARUNIAMU. Setiap iya ku padaMU kadang berubah menjadi tidakku. Setiap tidakMU menjadi iya ku. Betapa sering kuabaikan janji setiaku kepadaMU. Dengan mudah aku jatuh ke adlam ketidaksetiaan. Dengan mudah kuingkari iya ku dengan ketidaksetianku. Aku memohon kepadaMu, penuhilah aku dengan KASIH SETIAMU agar aku diikat dengan tali kesetianMU sehingga aku mampu mengatakan ‘ya’ pada kehendakMu dan ‘tidak’ pada kehendak diriku sendiri, kini dan sepanjang masa, Amin.

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian telah mendengar apa yang disabdakan kepada nenek moyang kita, ‘Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di hadapan Tuhan.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Jangan sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Agung. Jangan pula bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kalian katakan: ya, jika tidak, hendaklah kalian katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.

Tegas Dalam Pilihan

Dalammu hanya ada satu YA.
Ya itu, KAU tempatkan di dalam hatiku yang sederhana ini, agar aku
Dapat mengulangi, tidak hanya itu,
Menghidupinya dan menjadikannya pedoman hidupku
YaMu..telah KAU letakan dalam hatiku
Agar tidakku, KAU ubah menjadi Ya-MU
Sebab untuk sebuah YA,
Aku, telah KAU panggil dan utus!

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
HIDUP adalah sebuah pilihan. Jika ya katakan YA, dan jika tidak makan katakan tidak. Kita tidak diajak untuk tinggal dalam abu-abunya dunia. Kita tidak tinggal dalam ke-plin-plan-nya hidup ini. kita harus bisa tegas kepada prinsip hidup dan pilihan hidup. Dengan cara itu, kita memliki INTEGRITAS dalam hidup. Kesatuan yang utuh antara pikiran, perkataan, perbuatan dan pilihan hidup.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Sabda YESUS hari ini sungguh tegas! Di dalam DIA tidak ada abu-abu, Di hadapanNya tidak plin-plan. Kalau ya, maka ya, kalau tidak maka tidak. YESUS mau agar kita para pengikutNYA memiliki ketegasan di dalam hidup dan di dalam mengikuti DIA.

Kalau YA ikut YESUS dari awal, maka sampai mati tetap ikut YESUS. Tegas, tidak ada perubahan pilihan di tengah jalan. Ya ikut YESUS hanya di kala suka, dan ketika duka, saya memilih meninggalkan YESUS dan mengikuti jalan yang lain. Kita sedang ikut YESUS yang sungguh menjalankan kehendak BAPANYA sampai mati. Ketika DIA mengatakan YA untuk menjadi manusia, maka YESUS menerima setiap konsekuensi yang akan diterimanya termasuk menderita, sengsara, disiksa dan mati di kayu salib. Demikian juga dengan kita. Ketika kita telah mengatakan YA pada saat pembaptisan, maka kita harus siap menerima konsekuensi dari pilihan kita sebagai pengikutNYA. Tidak ada kata “SETENGAH-SENTENGAH’ dalam mengikuti YESUS. Sekali maju pantang mundur, sekali melangkah sampai akhir.

Marilah kita kita hidup dalam penghayatan YA kita kepada pilihan dan panggilan hidup kita saat ini. Kita memang lemah dan manusia berdosa, yang sering kali mengingkari janji setia kita. tetapi itu bukan berarti kita membiarkan diri kita tinggal dalam ketidakjelasan,abu-abu. Jika kita mengatakan YA atas pilihan dan panggilan YESUS, apapun itu, maka DIA AKAN MEMPERLENGKAPI KITA DENGAN KASIH DAN RAHMATNYA agar kita mampu hidup setia dan bertanggung jawab atas pilihan hidup kita itu.

Semoga kita pada hari ini, berani memutuskan untuk selalu mengatakan YA atas pilihan dan panggilan hidup kita saat ini. Yesus yang SETIA, memanggil kita kepada KESETIAAN, sebab di dalam DIA selalu ada jawaban YA yang senantiasa bergema dan memanggil kita untuk senantiasa mengatakan YA.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Pada hari ini, Gereja semesta merayakan Peringatan Wajib Santo Barnabas, Rasul. Gereja mengakui Santo Barnabas adalah rasul, sekali pun bukan merupakan salah satu dari kedua belas rasul Yesus. Sama seperti Rasul Paulus, yang juga tidak termasuk kedua belas rasul yang dipilih Yesus di saat awal karya-Nya. Keduanya dipilih dan dipanggil oleh Roh Kudus sebagaimana ditulis dalam Kisah Para Rasul, “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” [Kis 13:2].

Kita juga TELAH DIKHUSUSKAN OLEH ALLAH, maka KITA HARUS MEMBAWA YESUS di setiap tugas perutusan kita. Tanggalkan kepentingan pribadi, tanggalkan pengalaman masa lalu yang masih melekat pada kasut kita, kebaskan itu!. Tanggalkan keinginan duniawi, harta, hawa nafsu dan segala bentuknya yang membawa kita semakin terpisah jauh dari cinta kasih Allah. KITA TELAH DIKHUSUSKAN BAGI ALLAH karena itu KENAKAN KASIH KARUNIA ALLAH di setiap peristiwa dan tugas perutusan kita saat ini. Doa Santu Barnabas menyertai kita sekalian. Tuhan memberkati! Amin.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV