Rangkul Kak Seto dan Relawan, KemenPPPA Prioritaskan Anak dan Perempuan Penyintas Gempa Manggarai

Menteri menambahkan bahwa kehadiran rombongan KemenPPPA merupakan wujud kecil dari empati dan solidaritas nasional. “Mudah-mudahan apa yang kami bawa dapat dirasakan manfaatnya untuk para korban,” imbuhnya.

Fokus Khusus: Perlindungan Anak dan Perempuan Serta Penanganan Trauma

Berdasarkan data yang dihimpun kementerian, bantuan yang disalurkan difokuskan secara lebih spesifik untuk kelompok rentan, yakni anak-anak dan perempuan, yang kerap kali luput dari perhatian khusus dalam situasi darurat bencana.

“Terutama perempuan yang kebutuhannya banyak. Meski belum sempurna bantuan yang diberikan, namun yakinlah Bapak Presiden dan Pemerintah menginginkan semuanya dapat teratasi dengan baik. Tapi ada juga kendala terkait transportasi, mohon ini juga dipahami dan dimaklumi bersama,” pesan Menteri.

Sebagai langkah pemulihan psikologis, Kementerian PPPA turut menggandeng pemerhati anak Kak Seto untuk menangani trauma healing bagi anak-anak terdampak. Menurut Menteri, pemulihan trauma tidak cukup dilakukan sekali atau dua kali, melainkan membutuhkan proses yang berkelanjutan.

“Psikolog dari kampus di seluruh Indonesia bisa KKN 3 bulan ke depan. Jadi psikolog itu kan bisa mengajar anak-anak. Siapapun yang mau berkolaborasi, kita terbuka dengan senang hati. Inilah Indonesia, inilah kebersamaan yang kita tunjukkan,” tandasnya seraya mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra pembangunan atas ketulusan kerja kemanusiaan yang melampaui batas latar belakang.

Paparan Bupati Manggarai: Kondisi RSUD Ruteng dan Data Kelompok Rentan

Menanggapi kunjungan tersebut, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit memaparkan situasi darurat di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa RSUD Ruteng mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi, sehingga seluruh pasien sempat terpaksa dirawat di halaman dan di depan jalan rumah sakit.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel