Di tengah lapangan, di hadapan para pemain kedua tim, pengawas pertandingan meneriakkan kata tak pantas, “woi preman” terhadap para official hingga memancing keributan. Dan, akhirnya anak-anak Lelak memilih meninggalkan lapangan pertandingan di Stadion Golo Dukal. Sementara di lapangan, panitia Bupati Cup meminta anak-anak Ngada yang membela Purang FC tuk kembali masuk ke lapangan. Mereka dminta menyaksikan wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











