Promosi Jabatan Berbasis Inovasi, Hery Nabit Minta ASN Harus Inovatif Bukan di Mana-Mana Hatiku Senang

“Saya ingatkan, saya masuk ke periode kedua, itu berarti kita bicara tentang kinerja. Saya kenal saudara-saudara satu persatu, kurang lebih empat tahun lebih kita saling mengenal. Dan, karena itu performance dari masing-masing kita sudah tau. Dan, kita berharap bahwa di tahun-tahun mendatang kinerja akan menjadi lebih bagus didorong oleh inovasi.”

Kalau kompetisi yang sehat terjadi, maka pantas dan layak eselon 4 berharap menduduki eselon 3. Eselon 3 berharap menduduki eselon 2, dan eselon dua berharap eselon 1. Tapi, kalau nol inovasi bagaimana kita mau berharap. Inovasi perubahan kecil-kecil dalam menyelesaikan pekerjaan kita.

Saudara-saudara sekalian, saya berbicara tadi mengenai kepantasan, kepantasan menduduki jabatan antara lain dari inovasi. Jabatan apapun pada level apapun, termasuk jabatan sebagai bupati Manggarai.

“Makin banyak inovasi, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat akan menilai bahwa saya layak berdiri di tempat ini, berdiri di hadapan saudara-saudara semua. Bahwa kompetisi politik menentukan saya berdiri di sini, itu politiknya. Tapi ketika menjadi, ketika sudah menjadi maka politiknya selesai dan kemudian saya, bersama saudara-saudara akan dinilai oleh pemerintah yang lebih tinggi.”

“Saya tahu, sebagian dari kita masih merasa bahwa saya bukan orang yang pantas untuk berdiri di sini. Saya beritahu standar kepantasan untuk berdiri di sini hari ini adalah standar kepantasan menurut kaidah demokrasi. Kaidah demokrasi kita adalah one man one vote (satu orang satu suara), tetapi itu ada di ujung.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel