Promosi Jabatan Berbasis Inovasi, Hery Nabit Minta ASN Harus Inovatif Bukan di Mana-Mana Hatiku Senang

Di tahun 2024, jelas Hery Nabit, kita mulai penilaian kinerjanya dengan para pimpinan organisasi perangkat daerah, dalam perjanjian kinerja minimal satu (1) inovasi di perjanjian kinerja 2024 yang lalu. Januari – Februari 2025 ini akan menjadi waktu dimana kita menilai apakah satu inovasi itu bisa terpenuhi atau tidak.

“Tetapi untuk tahun 2025 saya minta perjanjian kinerja untuk inovasi diberlakukan untuk eselon tiga (3) seluruhnya. Jadi kalau ada empat bidang dalam organisasi perangkat daerah (OPD) maka saya minta 4  inovasi. Kalau ada 3 bidang, berarti 3 inovasi minimal.”

Menurut dia, bahasanya inovasi, tidak harus sesuatu yang sangat hebat, tidak. Inovasi, perubahan kecil-kecil itu bisa juga sesuatu yang sederhana semisal prosedur kerja, mekanisme kerja, cara-cara penganggaran, dll tidak harus sesuatu yang harus diliput oleh media, tidak. Sepanjang itu mempercepat, membuat efisien, membuat efektif pelayanan itu yang dibutuhkan hari ini.

Karena itu, dalam perjanjian kinerja 2024 untuk semua OPD, pimpinannya menyesuaikan target kinerja menyesuaikan dengan jumlah bidang yang ada. Dengan demikian, dari eselon dua ke eselon tiga masing-masing satu inovasi.

“Itu, saya kira saudara-saudara akan mempercepat pengembangan organisasi, pengembangan pelayanan, terutama kompetisi yang sehat di antara ASN. Saya tekankan sekali lagi, inovasi menentukan kompetisi yang sehat.”

Demikian Hery Nabit, kalau ada yang dipromosikan tahun depan itu karena dia punya inovasi antara lain. Antara lain, bukan semata-mata karena menang pilkada, tidak. Inovasi menjadi penting.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel