Praka Wahriadi Bancin Gugur Ditembak KKB di Nduga Papua Saat Telponan dengan Istri

infopertama.comPrajurit TNI AD dari Satuan Infanteri Raider 323/Buaya Putih Banjar, Praka Wahriadi Bancin gugur di Nduga Papua.

Praka Wahriadi ditembak Kelompok Separatis Bersenjata (KKB) pada Jumat (22/3) pukul 19.28 WIT.

Anumerta yang semasa hidup aktif di olahraga bela diri Yongmodo ini pergi untuk selama-lamanya meninggalkan isteri tercinta dan seorang putra.

Praka Wahriadi adalah putra dari Wahidin Bancin yang tinggal di Desa Kampung Badar (Kilo 8), Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam Aceh.

Peristiwa gugurnya kusuma bangsa ini sontak mendapat simpatik dari warga netizen Indonesia. Pada berbagai laman Facebook postingan kematian korban mendapatkan ribuan komentar ucapan turut berdukacita.

Anggota dari Satgas Kostrad Yonif Rider 323/BP. Praka Wahriadi gugur ditembak KKB saat sedang berada di depan kios warga setempat.

Menurut Informasi, Praka Wahriadi ketika itu sedang menelepon istrinya. Tiba-tiba KKB menembaknya sebanyak 1 kali dan kabur ke arah kali menuju ujung bandara.

Rekan Praka Wahriadi yang berada di dalam kios kemudian membawa masuk korban ke dalam kios untuk melakukan pertolongan.

Prajurit TNI lainnya yang berada di Pos Beoga langsung merespon penembakan itu dan mengejar KKB hingga ujung Bandara Milawak. Kontak senjata pun terjadi sekitar satu setengah jam lamanya.

Praka Wahriadi dibawa ke Mako Koramil 1717-03 Beoga untuk mendapat tindakan medis dari dokter Puskesmas. Namun Praka Wahriadi dinyatakan meninggal dunia.

Sabtu (23/3/2024), jenazah Praka Wahriadi telah dibawa ke Mimika, Kabupaten Mimika menggunakan Helikopter Caracal milik TNI AU.

Jenazah Praka Riadi selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Kampung Badar, Kecamatan Rundeng, Kota Sabulusalam, Provinsi Aceh, untuk dikebumikan secara militer.

Terkait kejadian ini, pihak TNI dalam hal ini Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan data resmi kejadian dari lapangan.

“Saya belum dapat info resmi, kalau ada nanti saya info ya,” kata Kolonel Suriastawa yang dikonfirmasi via telepon, Sabtu siang menukil Seputar Papua.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV