Polemik Mosi Tidak Percaya, Sil Nado: Harapan akan Keadilan

Sil Nado
Silvester Nado, Anggota DPRD kabupaten Manggarai, Fraksi Partai Demokrat. (ist)

Ruteng, infopertama.com – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Silvester Nado (Sil Nado) menanggapi mosi tidak percaya warga Lumpung Rabo kepada Pemda Manggarai seperti yang termuat dalam media infopertama.com pada, 31 Mei 2022.

Sil Nado menegaskan bahwa merebut hati masyarakat dalam sebuah ajang pemilu memang tidak mudah. Maka setiap calon punya cara atau metode tersendiri. Salah satunya, kata Sil Nado adalah janji politik yang saat ini menjadi polemik antara warga Lumpung Rabo dengan Pemda Manggarai.

“Tidak mudah memikat hati masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada pasangan Calon tertentu dalam proses Pilkada. Materi kampanye mestinya buat dengan sebuah pertimbangan yang matang dan menjadi sebuah kewajiban untuk melaksanakan. Ingat janji adalah utang yang wajib untuk penuhi,” ujar Sil Nado, Rabu (01/06/2022).

Lebih lanjut Nado menegaskan jika gerakan penolakan terhadap rehab jalan yang masih laik pakai di dusun Rabo, merupakan secuil harapan akan keadilan dalam pembangunan.

“Perlu ada pendataan yang riil terhadap akses ruas jalan menuju kampung yang hingga kini belum tersentuh dengan peningkatan jalan. Ruas jalan yang belum ada peningkatan status seperti itu wajib menjadi skala prioritas dalam menentukan program prioritas.” Tegas Kader Partai Demokrat

Terkait dengan anggaran yang sudah ada dalam pagu anggaran untuk program rehab jalan di Lumpung Rabo agar masyarakat menerimanya. Dan, perlu awasi kualitas pekerjaannya sehingga mutu jalan akan terjamin.

“Saya mengharapkan agar masyarakat Dusun Rabo menerima program rehab jalan yang sudah anggarkan untuk dilaksanakan pada tahun ini. Tentunya kita menitipkan harapan kepada pihak terkait yang akan mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan rehab jalan tersebut. Ini agar memperhatikan mutu dalam melaksanakan program pembangunan,” pintanya.

Perihal ketidaksesuain antara kemauan warga Lumpung Rabo dengan ploting anggaran yang pemda sediakan, ia berharap untuk anggaran pembukaan jalan baru tersebut masuk ke dalam pagu anggaran tahun 2023.

“Inikan ada ketidaksesuaian antara kemauan warga dengan ploting anggaran dari pemda Manggarai. Seharusnya masyarakat minta pembukaan jalan baru bukan rehab jalan yang sudah ada. Jadi, harapannya pemda mengakomodir itu. Dan, perlu masukan dalam pagu anggaran untuk tahun 2023 terkait dengan realisasi janji dari Wakil Bupati,” tutupnya.

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV