Paulus juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lembata, Pemerintah Kecamatan Atadei, Pemerintah Desa Nubahaeraka, Nuba Atalojo dan Atakore, serta perangkat dusun, RT dan tokoh adat yang turut mendukung pelaksanaan program.
“Semua pihak mengambil bagian sehingga air ini bisa semakin dekat dengan masyarakat. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada PLN Peduli yang telah mendukung program ini,” tambahnya.
Bagi masyarakat Lewokoba, masuknya air hingga ke wilayah mereka menjadi perubahan besar setelah selama beberapa generasi menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Tokoh Adat Lewokoba, Agus Bala Puhun, mengungkapkan bahwa masyarakat selama ini harus menggunakan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari karena keterbatasan sumber air.
“Kami seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Yayasan PAPHA Indonesia dan PT PLN (Persero). Sudah beratus-ratus tahun kami belum menikmati akses air bersih seperti ini. Untuk mandi kami bahkan pernah memanfaatkan air dari batang dan pelepah pisang, begitu juga untuk mendapatkan air yang bisa digunakan sehari-hari,” ungkap Agus.
Ia mengatakan keberhasilan mengalirkan air hingga Lewokoba menjadi peristiwa yang sangat berarti bagi masyarakat setempat.
“Sekarang air sudah masuk ke desa kami. Kami sangat bersyukur dan menyampaikan banyak terima kasih karena akhirnya masyarakat bisa melihat dan menikmati air sampai di sini,” lanjutnya.
Senada, Ketua RT 07 Dusun Tubuk Rajan, Desa Atakore, Raimundus Muhi Puhun, menyampaikan rasa syukur masyarakat atas pengembangan jaringan air tersebut.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











