Modal raihan sebelas kursi DPRD Blora, PKB sebenarnya sudah melampaui ambang batas untuk bisa mencalonkan bupati dan wakil bupati tanpa berkoalisi. Namun, tampaknya tetap akan menggandeng beberapa partai.
Adapun partai-partai di luar yang digandeng PKB berpotensi akan menjadi poros kedua.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Blora Siswanto menyebut, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi politik dengan berbagai partai lain.
Bahkan, ada tokoh non partai yang ingin maju lewat Golkar. “Pak Kamadjaya menyatakan keinginan begitu. Tapi, kami secara resmi belum buka pendaftaran,” imbuhnya.
Sejauh ini pihaknya memang mendapatkan instruksi dari pusat untuk menjalin komunikasi. Belum pada tahap pembukaan pendaftaran bakal calon bupati.
“Ada juga Pak Kokok dari Gerindra yang mengajak juga. Anaknya yang diajukan. Tapi, sebagai calon bupati atau wakil belum ada pembicaraan lebih lanjut,” tuturnya.
Ia akui belakangan ini sempat bertemu dengan partai lain seperti PKB, Nasdem, hingga Perindo untuk melakukan penjajakan. Namun, belum ada kepastian arah koalisi.
“Kalau dengan PDIP Mbah Dasum, ya komunikasi. Tapi, belum ada arah. Mereka kan ada penjaringan dan pendaftaran dari instruksi pusat,” tambahnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan