Pihak Toko Aneka Minta Maaf dan Mengaku Tidak Punya Truk Besar

Toko Aneka
Pemilik Toko Aneka Ruteng, Wemmi Sutanto (foto; Ist)

Ruteng, infopertama.com – Pemilik Toko Usaha Dagang Aneka Ruteng Wemmi Sutanto, meminta maaf kepada masyarakat yang terganggu akibat trotoar di depan tempat usahanya sempat gunakan untuk jemur kopi. Hal itu Ia sampaikan melalui pesan WhatsApp yang kepada media ini pada Selasa (22/6).

“Sebagai pemilik toko, saya minta maaf karena sudah mengganggu pemakai jalan. Kopi yang kami jemur di trotoar sudah kami singkirkan,” ungkap Wemmi.

Wemmi mengatakan penjemuran kopi tersebut bukan atas perintahnya. Sebab Ia sudah berada di Labuan Bajo sejak dua minggu lalu. “Mengenai kejadian kemarin itu saya tidak tau e om,” kata Wemmi.

Hal itu berbanding terbalik dengan pengakuan seorang pegawai yang mengaku penjemuran itu atas perintah bosnya. “Sengaja. Karena memang di dalam (area toko) kurang tempat. Jadi di luar (trotoar),” kata pegawai itu.

Sementara terkait orang yang diduga pemilik toko dan menghindar ketika hendak diwawancarai awak media, Jemmi mengatakan itu adalah orangtuanya. Selama ini mereka tinggal di Labuan Bajo dan baru saja datang di Ruteng.

Nekarabo (jangan marah) om. Ini hanya untuk meluruskan bahwa bapa saya bukan menipu teman-teman wartawan,” jelas Wemmi.

Ia juga membatah truk besar bermuatan penuh yang sering parkir di jalan tepat di depan toko. “Mengenai mobil truk besar, itu bukan milik kami. Kita tidak punya truk,” katanya.

Namun berdasarkan pengakuan warga beberapa truk besar sering parkir di jalan tepat di depan toko Aneka. Truk tersebut secara bergantian melakukan aktivitas bongkar pasang muatan. 

Aneka Gunakan Trotoar Jemur Kopi

Berita sebelumnya, Pemilik Toko Aneka Ruteng, memanfaatkan trotoar untuk menjemur Kopi. Selain itu, pemilik tokoh kerap kali memarkir truk muatan besar di jalan raya.

Pantauan media ini Senin (21/6/21), di depan toko yang berada di jalan Wae Ces, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong itu nampak  kopi yang dijemur rapi dan menutup seluruh badan jalan trotoar. Akibatnya pejalan kaki yang hendak lewat, harus melintas di badan jalan raya.

Situasi ini, dikeluhkan oleh warga pengguna jalan dan menuai sorotan dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai.(Aln)

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV