Peziarah Harapan dan Pembangun Perdamaian

ZIARAH iman kristiani itu selalu diteguhkan oleh harapan di dalam Yesus, Tuhan. Dan harapan itu selalu tebalkan keyakinan, gairah, usaha dan perjuangan demi kehidupan masyarakat manusia dalam perdamaian, keadilan dan cinta. Atas keyakinan ini, Paus Fransiskus ingatkan bahwa dalam keseharian, “dengan menanggapi panggilan Tuhan, kita mengambil langkah yang diperlukan untuk maju menuju dunia baru…”

DALAM situasi dunia yang semakin nyata tak bersahabat, konflik menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Perang, dan segala cara kekerasan bahkan dinilai sebagai ‘jalan keluar terbaik’ untuk mengatasi semua persoalan hidup serta benturan antara bangsa, negara, serta kepentingan antar kelompok.

TETAPI, kita pun tak buta mata akan situasi penuh ketegangan dalam rana nasional. Taruhan politik yang berbasis kepentingan kelompok tentu bisa membawa kepada situasi khaos. Hidup dalam ketakpastian situasi, dalam alam kehilangan rasa damai, nyaman dan ungkapan diri penuh spontan, menjadi tantangan dan ganjalan ziarah hidup yang nyata.

BAGAIMANAPUN, mari kita menilisik gairah akan harapan dan perdamaian dalam situasi nyata yang dialami dalam keseharian. Kita terus berlangkah dalam harapan yang kokoh akan perdamaian. Seruan Paus Fransiskus dapat kita maknai dalam kebersamaan hidup sebagai keluarga, kehidupan antar kebertetanggaan, di tempat-tempat kerja (perutusan), dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, di mana sinyal-sinyal harapan dan perdamaian mesti terasa kuat menggetarkan.

DEMI harapan dan cita-cita Injil Kerajaan Allah, ‘…berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah’ (Mat 5;9), maka para murid Kristus itu dipanggil tidak untuk berada nyaman dalam situasi damai. Tetapi bahwa seorang murid Tuhan mesti sensitif dalam ungkapan diri yang tidak menyulut konflik, perpecahan dan kekerasan. Seorang murid Tuhan, demi keadilan dan perdamaian, berani bersuara penuh iman dan harapan di dalam Tuhan dan demi kebaikan bersama….

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses