KETIKA panggilan dan perutusan dilihat sebagai rahmat, maka di situlah hadiah terbesar yang telah diterima. Tanpa jasa, dengan cuma-cuma. Yesus, Tuhan dan Guru ingatkan para muridNya untuk tidak kepikiran apalagi gelisah sejadinya dalam orientasi ganjaran fana dan materialis.
“Kamu telah menerima dengan cuma-cuma, maka berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mt 10:8).
PANGGILAN dan perutusan tetap isyaratkan kepada para murid Yesus, Gereja, untuk tampil sejuk dan rendah hati sambil mencontohi Yesus sendiri sebagai GEMBALA YANG BAIK.
ALLAH menempatkan dalam diri setiap kita rahmat panggilan itu. Dan Allah mengutus kita sesuai dengan maksud dan rencanaNya. Kita bersukacita sebagai Gereja, murid-murid Tuhan, sebagai ‘Peziarah Harapan, Pembangun Perdamaian.’ Itulah panggilan kita sebagai Gereja, murid-murid Tuhan dalam alur spirit Hari Minggu Panggilan Sedunia ke 61 ini.
PAUS Fransiskus merilis pesan pada Hari Minggu Panggilan Sedunia 2024 dengan menulis, “Hidup kita menemukan kepuasan ketika kita menemukan siapa diri kita, apa karunia yang kita miliki, di mana kah kita menjadikannya membuahkan hasil, dan jalan apa yang dapat kita ikuti untuk menjadi tanda dan instrumen cinta, penerimaan yang murah hati, keindahan dan kedamaian, di mana pun kits berada, kita menemukan diri kita sendiri.”
HARI Minggu Panggilan ingatkan setiap kita akan rahmat panggilan yang yang berasal dari Tuhan sendiri. Suara Panggilan itu mendesak kita untuk bergerak, untuk berziarah. Namun, penziarahan itu bukannya ‘tanpa arah dan penuh dengan kesia-siaan.’
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan