Pesan Pentakosta 2023 dan Tinitas Konggregasi SSpS

Para murid Tuhan Yesus nyatanya tak seberani yang dipikirkan orang. Mereka sama seperti kita, merasa takut, kecewa, mungkin juga marah dan menutup pengharapan rapat-rapat sebagaimana digambarkan dengan pintu rumah yang dikunci rapat dari dalam. (Yoh. 20:19).

Para murid masih manusia biasa seperti kita, kata Pater kris, mereka perlu penguatan. Dan, Tuhan Yesus merasa perlu untuk menguatkan mereka ini. Kehadiran-Nya yang menembus pintu saja sudah membuat takut, namun ketika para murid mengenali dengan salam khas : “Damai Sejahtera bagimu”, segera saja tumbuh kekuatan bahkan kesukacitaan.

Jadi ada 3 hal, ungkap Pater Kris, yang dilakukan Tuhan Yesus untuk menguatkan para murid-Nya, yaitu : Kehadiran-Nya yang mengalahkan dimensi ruang dengan menembus pintu rumah yang terkunci rapat, Menunjukkan bekas luka di tangan dan lambung-Nya, dan  memberikan/ menghembus Roh Kudus kepada mereka.

Pada akhir homilinya Pater Kris mengatakan bahwa Roh Kudus adalah representasi Tuhan Yesus sendiri sebagaimana telah diberikan kepada para murid sebelum Pentakosta berlangsung (Yoh. 20:22). Kuasa Roh Kudus itu mengurapi para murid dengan kemampuan dan karunia yang berbeda, namun tujuannya untuk kepentingan bersama sebagaimana dikehendaki Tuhan Yesus (1 Korintus 12:11).

“Kehadiran Roh Kudus itu adalah untuk memberanikan umat milikNya, memiliki pengharapan jauh di atas ketakutan, kekhawatiran serta kelemahan kita. Lebih dari itu, kuasa Roh Kudus adalah untuk mengampuni dosa. Dan itulah warta sukacita yang sesungguhnya atau kita yang kenal sebagai Injil (kabar gembira) untuk dunia,”pungkasnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel