“Semua chatnya ini ada semua sama saya dan sudah saya print semua. Semua bukti saya pegang termasuk foto fotonya yang vulgar, video, dan chat chat mesra. Bahkan itu perempuan sudah tidak panggil pak desa ke suami saya tapi panggil ‘Ayank’ (sayang -pen),” sambungnya.
Selanjutnya, kata Rasnawati, JS dan wanita selingkuhannya tersebut janjian lagi untuk pergi ke Hotel Seruni Bantaeng pada hari Jumat, 8 Maret 2024.
“Jadi pada hari Jumat, saya buntuti lagi. Pagi pagi pak desa berangkat ke kantor SATAP Bulukumba menghadiri Bimtek. Setelah itu, pak desa pergi ke apotik, ada dua apotik yang ia singgahi.”
Kemudian, cerita Rasnawati, dia pergi menjemput perempuan tersebut di depan Indomart.
“Jadi saya buntuti dari belakang sampai mereka tiba di hotel Seruni Bantaeng pada pukul 13.00 WITA,” terang Rasnawati menceritakan awal mula kejadian.
“Setelah itu, saya pergi ke Polres Bantaeng minta pendampingan karena jangan sampai kalau hanya saya yang menggerebek, saya dipukul sama pak desa, makanya saya panggil polisi agar menemani saya.”
Sesampainya di hotel Seruni, pihak hotel mengiyakan bahwa pak desa ada di dalam kamar hotel tersebut. Hanya saja pihak hotel tidak mau memberitahu kamar nomor berapa yang mereka tempati, karena menurut pihak hotel, itu privasi.
“Bisa katanya kalau ada laporan polisi, tapi saya tidak melapor karena saya tidak mau buka aib keluarga sendiri. Saya mau selesaikan ini secara kekeluargaan saja dulu,” jelasnya.
“Tapi karena pihak hotel berkeras tidak mau memberitahu kamar nomor berapa yang ditempati pak desa dan juga tidak mengizinkan kami naik, maka kami hanya menunggu saja di lobi hotel. Setelah cukup sekitar satu jam, polisi yang menemani saya akhirnya capek menunggu, mereka akhirnya pamit pulang. Jadi saya panggil lagi petugas Satpol PP yang menemani,” katanya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan