Meski ada rumor tentang momen “eureka”, dia mengatakan teorinya terbentuk selama bertahun-tahun. Dua kelompok ilmuwan lain pada waktu itu juga menerbitkan karya tentang gagasan yang sama.
Partikel yang dicetuskan oleh Prof Higgs ini selama 50 tahun dicari oleh para ilmuwan menggunakan beberapa teknologi paling spektakuler di Bumi.
Prof Higgs pensiun dari Universitas Edinburgh pada tahun 2006. Kendati begitu ia terus mengamati perkembangan CERN di Jenewa, di mana para ilmuwan menggunakan Large Hadron Collider untuk mencari Higgs Boson.
Akselerator partikel, yang dibangun dengan biaya USD 10 miliar itu, adalah yang paling kuat yang pernah ada. Ia dianggap sebagai mesin yang dapat membuktikan atau menyangkal teori Prof Higgs.
Boson dijuluki ‘partikel Tuhan’ oleh media, diambil dari nama buku karya peraih Nobel Leon Lederman. Para ilmuwan keberatan dengan istilah tersebut karena mereka mengatakan agama tidak mempunyai peran dalam fisika berbasis bukti.
Pada tahun 2012, fisikawan di CERN akhirnya mengumumkan dengan meriah bahwa mereka telah menemukan Higgs Boson.
Sosok Pemalu
Prof Higgs dikenal sebagai seorang pria pemalu yang merasa tidak nyaman dengan perhatian yang diberikan akibat teorinya. Ketika pengumuman itu, dia menyeka air matanya, tetapi mengatakan kepada wartawan, “Terkadang sangat menyenangkan untuk menjadi benar.”
“Peter adalah orang yang sangat istimewa, sosok yang sangat menginspirasi bagi fisikawan di seluruh dunia, seorang pria dengan kerendahan hati yang langka, seorang guru yang hebat dan seseorang yang menjelaskan fisika dengan cara yang sangat sederhana namun cara yang mendalam,” kenang Kepala CERN Fabiola Gianotti kepada BBC News.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan