Pendakwa dari Organisasi Terlarang Dicekal KPI Tampil di TV

KPI
Ilustrasi Tampilan Tayangan TV. Pixabay.com
idulfitri

Jakarta, infopertama.com – Surat Edaran terbaru dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang lembaga penyiaran menampilkan gerakan tubuh atau ungkapan yang berasosiasi cabul, vulgar hingga erotis secara perseorangan maupun bersama orang lain. Selain itu, KPI juga melarang lembaga penyiaran menampilkan pendakwah yang berlatar belakang dari organisasi terlarang.

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran KPI tentang Pelaksanaan Dan Pengawasan Siaran Bagi Lembaga Penyiaran di bulan Ramadan 2022 yang telah terbit pada Selasa (15/3).

“Tidak menampilkan gerakan tubuh, dan/atau tarian yang berasosiasi erotis, sensual, cabul, baik secara perseorangan maupun bersama orang lain.”

Tak hanya itu, KPI juga melarang lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, menampilkan pendakwah yang berlatar belakang dari organisasi terlarang di bulan Ramadan.

KPI meminta lembaga penyiaran mengutamakan penggunaan pendakwah kompeten, kredibel dan penyampaian materinya menjunjung nilai-nilai Pancasila.

“Mengutamakan penggunaan dai/pendakwah kompeten, kredibel, tidak terkait organisasi terlarang sebagaimana telah dinyatakan hukum di Indonesia, dan sesuai dengan standar MUI,” bunyi edaran poin d.

Tak hanya itu, KPI juga meminta lembaga penyiaran tidak menampilkan muatan yang mengandung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) hingga mistik/horor/supranatural selama Ramadan.

“Tak menampilkan pula praktik hipnotis atau sejenisnya, mengeksploitasi konflik dan/atau privasi seseorang, bincang-bincang seks, serta muatan yang bertentangan dengan norma kesopanan dan kesusilaan,” bunyi edaran poin l.

Komisi Penyiaran Indonesia juga meminta kepada lembaga penyiaran tak menampilkan konsumsi makanan dan/atau minuman secara berlebihan. Sebab, hal itu dapat mengurangi kekhusyukan saat puasa.

KPI mengimbau agar berhati-hati dalam siaran agar tak melontarkan candaan, baik verbal/nonverbal serta melakukan adegan berpelukan/bermesraan dengan lawan jenis pada seluruh program acara.

“Baik yang disiarkan secara live (langsung) maupun tapping (rekaman),” bunyi edaran poin h.

Selengkapnya anda bisa baca pada tauatan ini