“Bak gayung bersambut, rancangan kegiatan ini disetujui oleh beberapa pihak ini, termasuk juga pemerintah desa Poco Likang. Dan puji Tuhan, rancangan kegiatan ini akhirnya bisa terlaksana hari ini,” sambungnya.
Lebih lanjut, RD Ardus menerangkan, dalam bingkai memperingati Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia (HKNLS) ini, paroki Kuwu sebetulnya mengadakan dua jenis kegiatan besar. Pertama, kegiatan bakti sosial yang dijalankan hari ini, berupa pelayanan pengobatan dan pemeriksaan golongan darah secara gratis. Dan yang kedua, misa khusus dan pemberian minyak suci khusus bagi para Lansia Se-Paroki Kuwu pada Minggu, 24 Juli 2022.
Melalui dua kegiatan ini, masih kata RD Ardus, tentu diharapkan bahwa para Kakek-Nenek dan Lansia ini mesti selalu mendapat tempat dalam hati setiap orang. Setiap umat di Paroki Kuwu ini. Bahwa, kehadiran para Lansia mesti menggugah nurani setiap pribadi secara terus-menerus untuk segera menyapa dan merangkul mereka dengan penuh kelembutan. Memperhatikan nasib mereka dengan sepenuh hati.
“Dan sebagaimana himbauan dari Bapa Suci Paus Fransiskus bahwa kegiatan Hari Lansia Sedunia ini dibuat agar setiap paroki giat mencari orang-orang lanjut usia yang merasa paling sendirian. Entah di rumah atau di tempat di mana mereka tinggal.
Karenanya, “Mari kita pastikan bahwa tidak ada orang yang merasa sendirian pada hari ini. Dan, menurut Paus Fransiskus, mengunjungi orang tua Lansia yang hidup sendiri adalah karya belas kasih yang nyata di zaman ini,” cetus RD Ardus.
Lebih jauh, RD Ardus menambahkan bahwa, dua rancangan kegiatan ini sebetulnya juga merupakan langkah-langkah nyata demi merangkul para Lansia. Sekaligus, menyadarkan semua orang akan pentingnya melayani sesama tanpa batas usia dan tanpa syarat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







