Normalisasi Drainase Atasi Banjir di Kecamatan Laut

Normalisasi Drainase
Kondisi Drainase di Dampek. (Foto: infopertama/afry)

Borong, infopertama.com – Normalisasi Drainase jadi langkah solutif mengatasi banjir yang sering terjadi di Lembah Dampek. Warga Dampek, Desa Satar Padut dan Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara (LAUT), Kab. Manggarai Timur (Matim), Prov. NTT menetapkan banjir sebagai bencana tetap setiap tahun pada musim hujan.

Dengan itu, Camat LAUT, Agus Supratman, langsung mengambil langkah cepat berkoordinasi dengan pihak PUPR Prov. NTT selaku penanggungjawab proyek hotmix segmen Gongger – Dampek – Pota yang sedang dalam pengerjaan PT. Menara Indah Pratama (MIP) di lokasi tersebut.

Alhasil, berkat koordinasi baik pihak Kecamatan LAUT, PUPR Prov. NTT dan Pihak PT. MIP, beberapa spot pekerjaan tambahan, antara lain normalisasi drainase dan saluran pembuangan air menuju Laut Flores dikerjakan.

Hal ini Camat LAUT, Agus Supratman sampaikan kepada media ini di Dampek, Kamis (11/03/2022).

Ketahui, puncak cuaca ekatrem hujan angin mengguyur wilayah Kecamatan LAUT, 25-26/02/2022 menyebabkan banjir bandang menggenangi 143 rumah dan 285 hektar sawah milik warga Desa Satar Padut. Dan, 19 rumah serta puluhan hektar sawah milik warga Desa Satar Kampas.

Hasil amatan lapangan Camat LAUT saat banjir, ternyata salah satu penyebab terjadinya luapan air mengunjungi sawah dan rumah warga adalah sebagian besar drainase di wilayah tersebut tersumbat. Bahkan ada yang hilang sama sekali serta saluran pembuangan air ke arah Laut Flores tidak berfungsi makasimal serta jumlahnya terbatas.

“Saya berinisiatif mengirim semua foto dan video serta link berita banjir dan sawah genangan air ke Ibu Frida, pihak PUPR Provinsi yang sering datang ke Dampek untuk urus kerja hotmix jalan ini. Kemudian kami berdiskusi dan sepakat untuk lakukan normalisasi drainase serta buka saluran pembuangan ke laut sebagai tindakan solutif darurat.” Tutur Agus.

Lima spot yang dikerjakan menurut Agus, dua spot drainase dan satu tambahan saluran pembuangan ke laut di wilayah Desa Satar Kampas. Kemudian, tiga spot drainase dan satu tambahan saluran pembuangan ke laut di Desa Satar Padut.

Dua Desa Langganan Banjir

Agus menambahkan, warga dua desa di Lembah Dampek mengalami peristiwa banjir setiap tahun.

“Peristiwa banjir sering terjadi di wilayah dampek,” kata Agus.

Lanjut Agus, warga sering mengeluh sebab Lembah Dampek sangat besar dan sebagian besar dikelilingi sawah dan laut.

Kalender tetap dite ho ga Pa Camat. Toe kong losi. Lau mai tacik, le mai sawah kanang haed tacik modeln ali penong wae. Tada kaut ga. (Sudah menjadi kalender tetap peristiwa banjir ini Pa Camat. Kita sulit menghindar. Ke utara ada laut, ke selatan, sawah penuh genangan air dan macam laut. Terpaksa pasrah).” Kenang Agus meniru ucapan warga saat ia terjun mengevakuasi warga saat peristiwa banjir 25-26/02 lalu di wilayah itu.

Pelaksanaan normalisasi Drainase dan saluran pembuangan berjalan aman dan lancar serta dukungan penuh dari Kepala Desa Satar Kampas dan Satar Padut. Selain itu juga dari Polisi dan Babinsa serta Pastor Paroki dan tokoh agama lainnya. Warga juga turut terlibat kerja gotong royong membersihkan drainase tambah Agus.

Penulis: Afri

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan kami dengan mengikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV