Cepat, Lugas dan Berimbang

Ngeri-Ngeri Sedap, Kearifan Sumatera dalam Drama yang Melelehkan Penonton

Tidak hanya itu, Bene Dion Rajagukguk dan tim penulis juga secara baik meleburkan komedi dengan drama di dalam film ini. Komedinya kali ini memang tak jauh dari kultur Sumatera sebagai pengimbang drama. Dan, semuanya ditampilkan sesuai dengan konteks dari scene terkait. Yang membuat ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ ini family-friendly adalah hampir tidak adanya elemen komedi dewasa, yang membuatnya lebih mudah bagi penonton awam menikmatinya.

Faithfulness dalam film ini tak berhenti dari latar dan narasinya, di mana sebagian besar pemerannya merupakan keturunan Sumatera. Hal inilah yang membuat ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ menjadi lebih relatable dengan ragam konfliknya. Selain itu, para pemeran ini dengan baik membawakan karakternya masing-masing dan semuanya mendapatkan porsi seimbang. Memberikan penonton waktu untuk lebih memahami berbagai hal di dalamnya.

Meski begitu, ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ tetap memiliki flaw kala nikmati di layar lebar. Salah satu kekurangan terbesarnya hadir dari editing kala transisi antar scene yang terjadi, utamanya dari malam ke siang. Exposure dari dua scene yang kontras sekali kerap membuat penonton kaget. Lantas mengurangi experience Ketika menonton film dari Bene Dion Rajagukguk tersebut. Selebihnya, berbagai aspek teknis lain telah garap dengan baik.

Akhir kata, ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ adalah film drama komedi yang tetap mampu menyentuh penontonnya. Ditambah dengan kultur Sumatera-nya yang masih sangat jarang terekspose. Film ini menjadi lebih menarik dan memberi kesegaran di tengah gempuran budaya Jawa dalam sinema Indonesia. (Galih Dea/Netty)

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN