infopertama.com – Mereka mengatakan: senang menjadi seorang pria karena Anda bisa berjalan-jalan di pantai di Tunisia ber-telanjang dada tanpa dilempari batu hingga mati, kemudian Anda tidak akan lupa meletakkan barang-barang Anda; Anda bisa membuka kotak perbekalan makanan Anda dan melahap sebuah pisang di depan para tukang bangunan tanpa ragu.
Kemudian, asyik juga menjadi wanita karena Anda dapat membeli pakaian sendiri, menyilangkan kaki tanpa harus mengatur-atur diri dan jika Anda menampar wajah seorang pria di depan umum, semua orang akan mengira, pasti Anda yang benar.
Senangnya jadi seorang pria karena Anda dapat membeli mentimun dan sosis tanpa merasa sungkan.
Pria dan wanita memang berbeda. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk – tetapi hanya berbeda. Ilmu pengetahuan menyadarinya, tetapi kebenaran politis berusaha sekeras mungkin untuk menyangkalnya.
Ada pandangan sosial dan politik yang menyatakan bahwa pria dan wanita harus diperlakukan setara, berdasarkan kepercayaan aneh bahwa pria dan wanita memang sama. Namun, mereka tidak dapat membuktikannya!
Apa yang Sebenarnya Diinginkan?
Bagi pria modern, tidak banyak perubahan sejak berabad-abad berselang. Delapan belas persen pria zaman sekarang mengatakan bahwa pekerjaan mereka adalah hal yang paling penting dalam hidup mereka dan 99% mengatakan juga menginginkan kehidupan seks yang hebat.
Namun bagi wanita modern, keutamaan hidup mereka sangat berbeda dengan keutamaan hidup ibu dan nenek mereka. Banyak wanita modern telah memilih karir profesional karena mereka menginginkan hal-hal yang dimiliki pria, yaitu: uang, harga diri dan kekuasaan. Berbagai macam riset memperlihatkan bahwa wanita-wanita pekerja memiliki efek samping yang dimiliki pria pada umumnya, yaitu: masalah jantung, lambung, stres dan kematian usia muda.
Lebih dari satu dalam tiga wanita mengambil cuti sembilan hari setiap tahun karena stres.
Empat puluh empat persen dari wanita yang bekerja mengatakan bahwa pekerjaan mereka sekarang adalah menjadi sumber stres mereka yang terbesar. Sebuah jajak pendapat yang diambil dari 5000 wanita, yang dilaksanakan oleh sebuah perusahaan asuransi kesehatan Inggris BUPA dan majalah kesehatan Top Santé menunjukkan bahwa 66% dari wanita karir itu merasa terlalu letih bekerja dan sadar bahwa mereka telah merusak kesehatan mereka sendiri.
Kebanyakan wanita juga mengatakan bahwa jika bukan karena uang, maka mereka akan lebih suka menjadi ibu rumah tangga atau ‘wanita penghibur’, dan hanya 19% yang mengatakan bahwa mereka memang berminat untuk menjadi wanita karir.
Dalam jajak pendapat yang serupa di Australia, terlihat bahwa karir menduduki tingkat tertinggi bagi lima persen wanita yang berusia 18-65 tahun, sedangkan menjadi ibu rumah tangga sebagai pilihan tertinggi bagi seluruh sisanya. Enam puluh persen wanita berusia 31 – 39 tahun mengatakan bahwa menjadi ibu adalah pilihan pertama mereka, dibandingkan dengan 2% yang memilih karir.
Bagi 31% wanita berusia 18 -30 tahun yang ikut jajak pendapat, menjadi ibu rumah tangga juga merupakan pilihan pertama sedangkan karir hanya dipilih oleh 18% wanita saja.
Delapan puluh persen dari seluruh wanita yang memilih menyatakan bahwa membesarkan anak-anak mereka di dalam keluarga tradisional merupakan pilihan tertinggi mereka; hal ini menunjukkan bahwa media telah membesar-besarkan kenyataan karena akhirnya didapati kalau gerakan feminisme tidak memiliki dampak pada perilaku wanita seperti yang dipercaya sebelumnya.
Nilai-nilai dan prioritas dari wanita modern pada dasarnya sama selama berabad-abad. Perbedaan dramatisnya adalah bahwa 93% dari wanita modern mengatakan bahwa kemandirian keuangan merupakan hal penting bagi mereka dan 62% dari mereka menginginkan kekuasaan dalam bidang politik. Dengan kata lain, mereka tidak mau bergantung pada pria.
Mengenai kehidupan pribadi mereka, seks menduduki pengutamaan mereka yang tertinggi bagi hanya 1% dari wanita, dibandingkan dengan 45% yang mengutamakan kepercayaan dan rasa hormat.
Hanya 21% wanita yang mengatakan bahwa kehidupan seks mereka luar biasa, dan 63% mengatakan pasangan mereka bukan pecinta yang hebat. Intinya adalah, menjadi seorang ibu rumah tangga masih menjadi pilihan tertinggi dari daftar hal yang dapat memberikan kepuasan wanita. Banyak wanita karir mengatakan bahwa mereka bekerja demi uang dan kebanyakan dari mereka tinggal di kota-kota besar tempat uang merupakan hal yang sangat penting bagi pertahanan hidup. Banyak yang tampaknya percaya bahwa menghasilkan uang untuk makan, membeli pakaian dan pendidikan bagi generasi lebih terhormat daripada sekadar mengasuh mereka.
Wanita lebih menikmati peran orangtua daripada pria dan celakanya, kebanyakan pria juga kurang dihargai peran pengasuhannya hingga mereka menjadi kakek-kakek.
Pilihan Pekerjaan
Pada umumnya, pilihan pekerjaan belum banyak berubah bagi pria. Mereka masih fokus dengan karir mereka di bidang yang berhubungan dengan keterampilan ruang, dan ini masih menduduki tingkatan pertama dalam daftar pilihan mereka. Ada peningkatan jumlah pria yang memasuki wilayah pekerjaan tradisional wanita.
Penelitian terhadap pria tersebut menunjukkan bahwa mereka kurang lebih memiliki otak yang tersusun seperti otak wanita. Bidang-bidang pekerjaan itu antara lain penata rambut, kesenian dan mungkin juga penasihat serta mengajar.
Bagi wanita, beberapa hal telah berubah; hal ini dibuktikan dengan jumlah 84% wanita yang bekerja di Amerika Serikat sekarang ini bergerak di bidang informasi dan sektor-sektor pelayanan. Di dunia Barat, terdapat antara separuh dan dua per tiga dari usaha baru dimiliki oleh wanita dan sekarang mereka menduduki lebih dari 40% tingkat eksekutif, administrasi dan pengelolaan.
Jika Anda seorang wanita yang bekerja dalam hirarki tradisional pria, maka Anda hanya memiliki dua pilihan: keluar dari pekerjaan itu atau menjadi bersifat kelaki-lakian.
Dalam dunia pekerjaan pria, wanita masih harus berjuang untuk mencapai puncak jabatan. Namun kita juga telah melihat bahwa kebanyakan wanita tidak menginginkannya.
Dalam dunia politik, kurang dari lima persen dari politikus adalah wanita walau mereka tampak memenuhi 50% perhatian media. Jika Anda seorang wanita yang bekerja dalam dunia tradisional pria, maka untuk mencapai keberhasilan Anda harus memilih satu dari dua pilihan: keluar dari pekerjaan itu dan mencari sebuah pekerjaan yang memungkinkan wanita mendapat kesempatan yang sama, atau berperilaku lebih seperti pria.
Bersikap seperti pria masih memungkinkan untuk wanita dan penelitian menegaskan bahwa wanita yang mengenakan pakaian yang lebih jantan’ memiliki kemungkinan terpilih untuk posisi bidang manajemen daripada yang berbusana dengan gaya ‘feminin’. Bahkan ketika pengambil keputusan adalah juga seorang wanita. Pewawancara pria juga lebih memilih calon-calon yang tidak memakai parfum.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp ChanelÂ
Â



