Mengulas Sejarah Umbulharjo, Yayasan Sang Timur Didorong Jadi Ikon Wisata ‘City Tour’ Jogja

Bangunan di kawasan Sang Timur juga dinilai memiliki nilai historis tinggi karena masih mempertahankan bentuk fasad aslinya. Lahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi yang ditempati bangunan tersebut berstatus Sultan Ground (SG), sehingga pemanfaatannya dirawat sesuai peruntukan awal.

“Substansinya adalah menjaga Sang Timur agar tetap menjadi nama legendaris yang dikenal masyarakat, khususnya sebagai penanda sejarah di kawasan Jalan Batikan,” tambah Susanto.

Program City of Kemantren ini merupakan edisi keempat. Sebelumnya, kegiatan serupa telah menyasar wilayah Warungboto, UST Mujamuju, dan Makam Jayabrata. Ke depan, penelusuran sejarah direncanakan berlanjut ke wilayah Giwangan, Sorosutan, dan Semaki.

Susanto berharap, deretan potensi bersejarah di Umbulharjo—mulai dari Sang Timur, SGM, Sari Dele, Wisma PSIM, hingga Stadion Mandala Krida—dapat terintegrasi menjadi rute wisata sejarah (city tour) berbasis kampung wisata atau Pokdarwis.

“Ini menjadi tugas bersama agar ikon-ikon sejarah ini dapat diangkat menjadi rute city tour. Rangkaian kegiatan ini ingin menguatkan seluruh potensi yang ada di Umbulharjo untuk masyarakat luas,” pungkasnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel