Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Pentingnya membangun sikap mengampuni karena kita harus sadar bahwa tidak ada satu manusia pun yang sempurna. Ketidaksempurnaan manusia memungkinkannya untuk melakukan kesalahan dan dosa.
Sadar akan segala keterbatasan dan kekurangannya, maka kita harus mengikuti dia dengan segenap jiwa dan dengan takut kepadaNya dan senantiasa mencari wajah Allah (Dan 3:41), agar tidak bertumbuhnya benih dendam dan benci di dalam hati kita. Dengan cara ini, hati kita diisi oleh belas kasihNya yang amat besar bagi kita umatNya. Allah memerlakukan kita dengan kasih dan kemurahanNya maka kita pun hendaknya melakukan hal yang sama dalam kehidupan sehari, bermurah hati bagi sesama (bdk. Dan 3:42).

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Hal inilah yang hendak Yesus tekankan dalam perumpamaanNya tentang pengampunan dalam injil Lukas (Luk 18:21-35). Allah yang maharahim penuh dengan kemurahan hati tidak akan pernah memerhitungkan kesalahan kita. Lantas apa sebabnya kita mau memperhitungkan kesalahan yang telah dibuat sesama kepada kita! (bdk Luk 18:28-30).

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan hidup komunitas kita. Allah telah menarik kita dengan kerahimanNya agar kita mampu saling memaafkan dan mengampuni satu sama lain. Damai yang sejati berawal dari dalam keluarga. DAMAI ada karena ada PENGAMPUNAN. Karena itu, keluarga harus menjadi tempat pertama dan utama di mana semangat untuk mengampuni dan memaafkan bertumbuh dan berbuah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












