Laboratorium Pengabdian bagi Sivitas Akademika
KKN GENTASKIN juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Para dosen dapat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif bersama mahasiswa maupun akademisi dari perguruan tinggi lain yang terlibat dalam program tersebut.
Di sisi lain, mahasiswa memperoleh kesempatan menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung melalui pendekatan multidisiplin. Setiap kelompok KKN terdiri atas mahasiswa dari berbagai bidang ilmu sehingga mampu merumuskan solusi yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa tidak bekerja sendiri-sendiri. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu sehingga mampu mengintegrasikan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh,” kata Dr. Marselus.
Ia meyakini pengalaman tersebut akan memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama kemampuan bekerja dalam tim lintas disiplin, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta memahami dinamika sosial masyarakat secara lebih utuh.
Membawa Harapan bagi Masyarakat NTT
Lebih dari sekadar program akademik, Dr. Marselus berharap KKN GENTASKIN menjadi gerakan bersama yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Ia optimistis sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat akan menghasilkan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi persoalan pembangunan.
Baca Juga: Pastikan Listrik Andal Selama Pekan Suci di Manggarai, Petugas PLN Siaga di Gereja Golo Dukal
“Kami berharap KKN semakin berdampak, terutama dalam membantu memecahkan persoalan aktual yang dihadapi masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya stunting dan kemiskinan ekstrem. Melalui kolaborasi multidisiplin, lintas sektoral, dan lintas perguruan tinggi, kami optimistis solusi yang dihasilkan akan semakin komprehensif dan integratif,” tuturnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











