Marselus R. Payong: KKN GENTASKIN Wujud Nyata Kampus Berdampak

KKN Gentaskin
Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd dan Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.,Theol. Pose bersama peserta KKN Tematik GENTASKIN 2026 selum acara pelepasan peserta KKN Tematik GENTASKIN Unika Ruteng, Rabu (8/7/20260 di halaman Kampus Unika Ruteng.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan Utama

Menurut Dr. Marselus, KKN GENTASKIN menghadirkan model pengabdian yang berbeda karena mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu gerakan bersama. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu pemerintah mengatasi dua persoalan mendasar di Nusa Tenggara Timur, yakni stunting dan kemiskinan ekstrem.

Ia menilai kedua persoalan tersebut membutuhkan pendekatan yang terintegrasi karena tidak mungkin diselesaikan oleh satu lembaga saja.

“KKN GENTASKIN menjadi wadah kolaborasi yang konkret antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam memecahkan persoalan bersama, terutama stunting dan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Bagi Unika Santu Paulus Ruteng, keterlibatan dalam program ini sekaligus menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, kampus tidak hanya menjalankan mandat akademik, tetapi juga memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah.

Mendukung Kampus Berdampak

Dr. Marselus menjelaskan bahwa keikutsertaan Unika dalam KKN GENTASKIN juga sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong lahirnya kampus berdampak. Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) sekaligus memperkuat capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama IKU 2, IKU 7, dan IKU 17.

Baca Juga: KKN Tematik di Wudi, Mahasiswa Unika Siap Ubah Lahan Kosong jadi Produktif

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang berkelanjutan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel