Tahu keterbatasan fisik suaminya, Karin tak pantang menyerah. Ia sempat melakukan berbagai upaya agar suaminya ini bisa sembuh. Ke klinik pengobatan tradisional hingga spesialis kelamin sudah Karin jabanin. Namun sayangnya hasilnya tetap nihil. Ada sih perubahannya, tapi sedikit. “Itu”-nya Marchel bisa berdiri, tapi belum sampai lima menit sudah tumbang lagi. Hingga akhirnya Karin gigit jari.
Akhirnya, keduanya sepakat untuk bercerai secara baik-baik. Kalau ditanya apakah masih cinta atau tidak, Karin ya cinta. Apalagi Marchel yang memang sejak awal cinta dengan Karin duluan. Namun cinta saja tak cukup membuat pernikahan bertahan. Benar, untuk kepentingan lahiriah, Karin mendapatkan nafkah lebih dari cukup. Namun dari segi batin, ia fakir.
“Sebenarnya aku kasihan sama dia, baik orangnya, gak neko-neko. Tapi ya gimana ya, ” tukas Perempuan asal Kalijudan Surabaya ini. Meninggalkan pikiran Andreas yang menemaninya nggrambyang ke mana-mana. Masa iya nanti Mas Marchel tidak bisa begituan selamanya. Kan kasihan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







