Kita pasti maklum. Saat Yesus memasuki kota Yerusalem, Ia sesungguhnya masuk dalam kisah-kisah hidupNya yang paling mendalam. Dialah Raja Damai dalam lambaian daun palma dan keledai tunggangan. Ia masuk kota Yerusalem dalam semangat pemberian diri. Hidup yang tak gentar pada kematian penuh pengorbanan. Itulah jalan hidup yang mesti mengarah pada Salib dan Puncak Golgota.
Yesus tak masuk ke dalam kota Yerusalem dengan seruan provokasi yang menghancurkan. Tak dengan bala pasukan yang siap menerjang lawan. ‘Tak ada saling gempur setara ‘baku hajar’ antara kendali Washington – Tel Aviv versus kendali Teheran di hari-hari belakangan ini.
Yesus memasuki Kota Yerusalem sungguh sebagai Pangeran Perdamaian.
Dari kesakralan Kisah hari ini, semua kita belajar untuk menjadi pejuang dan duta-duta Perdamaian:
- Untuk meletakkan segala jenis senjata kekerasan. Menggantikannya dengan semangat karikatif, cinta dan belaskasih.
- Untuk menggantikan apapun kata dan kalimat yang ‘membunuh,’ merendahkan, menyudutkan, yang berkiblat pada ketidakadilan, menuju kata dan seruan penuh harapan, yang bangkitkan semangat kehidupan, memanggil pulang yang terasing, dan tak putus asa untuk menuju masa depan ceriah
- Untuk segera mengubah jari-jari tangan egoistik penuh ketidakadilan dan keserakahan menuju genggaman jemari baru dalam nafas dan spirit ketulusan bergandeng tangan, bersolider dan bekerja sama.
- Untuk padamkan nafsu penuh agresif, buas dan liar terhadap alam raya. Iya, terhadap udara, tanah, air, samudra, flora dan fauna. Semuanya mesti menuju keanggunan Bumi Rumah Tinggal Kita Bersama
Akhirnya..
Saatnya nanti kita lambaikan daun-daun Palma, ingatlah dan doakanlah semua saudaramu siapapun. Semua mereka yang tak putus asa berjuang, berkorban demi Cinta, keadilan, perdamaian dan keutuhan alam.
Verbo Dei Amorem Spiranti.
Collegio San Pietro – Roma
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan