“Karna banyak orang, MS suruh ibunya buat tunggu depan (di luar area Ka’bah) takutnya kejepit, pas MS hampir megang sudut Ka’bah ada orang dari belakang narik pakaian ihramnya, karna takut pakaian ihramnya melorot dia ditariklah dari belakang kedepannya,” tuturnya.
Setelah ditarik keluar oleh 2 orang polisi, MS langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. MS mengaku bingung telah berbuat kesalahan apa.
“Dibawa ke kantor polisi dimintaki keterangan dalam keadaan MS kebingungan salahnya apa, menelfonlah MS ke keluarganya tapi HPnya diambil sama polisi tsb, dihapus semua foto² dan semua biodata MS,” katanya.
MS disebut sempat menghubungi keluarganya di Indonesia karena nomor telepon ibunya tidak aktif. Saat itu ibunya masih menunggu di sekitaran Ka’bah.
“Sebelumnya sempat menghubungi kami yg di Indonesia karna hp ibunya tidak aktif. Karna waktu itu ibunya kan masih disekitaran Ka’bah nungguin Muhammad Said, dihubungikah kami di indo, kami disuruh buat hubungi kakanya yg juga di Mekkah kalau MS dibawa sama polisi Arab,” terangnya.
Baca juga:
Heboh Malam Pertama Pengantin Baru Disaksikan Keluarga Besar, Warganet Minta Live
Lakukan Pelecehan Seksual, Jemaah Umrah Sulsel Divonis 2 Tahun Penjara
“Namanya Kak M, nah kak M posisinya juga disekitaran Ka’bah tapi sementara sholat, dihubungilah kak M ini oleh MS kalau dia ditangkap polisi dengan tuduhan PELECEHAN,” sambungnya.
Saat itu polisi menyebut MS dilaporkan jemaah wanita asal Lebanon karena telah melakukan pelecehan dengan memegang area sensitif wanita. Sementara MS saat dimintai keterangan tak berkutik karena tidak paham bahasa Arab.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











