Romo Windi mengakhiri sambutannya dalam kegiatan Monitoring dan evaluasi KKN Integratif 2024 itu dengan menyampaikan harapanya agar dengan waktu yang masih tersisa, mahasiswa masih punya beberapa waktu untuk mengimplementasikan program-program lain yang sudah direncanakan.
Sementara Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si. mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap dedikasi para mahasiswa KKN Integratif 2024 itu.
“Kami sangat bahagia melihat adik-adik mahasiswa terlihat sehat, sebagai bukti bahwa umat di Paroki Santu Paulus Mano telah memberikan sinergi dan kontribusi yang positif terhadap kehadiran mahasiswa dalam rangka pendataan umat di Paroki Mano.” Ungkap Dr. Maks.
Dr. Maks juga menyampaikan bahwa kegiatan mendata umat tentunya para mahasiswa mampu menggali makna-makna, mencari tahu pengalaman-pengalaman berguna.
“Banyak pengalaman perjumpaan dengan keluarga-keluarga baru walaupun dari latar belakang yang berbeda-beda. Berita yang menggembirakan bahwa, terdapat banyak keluarga baru yang belum terdata dalam sistem Biduk, artinya umat Katolik di Keuskupan ini semakin bertambah dan menjadi kekuatan demografis yang besar dalam 10 tahun ke depan,” tutur Rektor Maks
Rektor Maks melanjutkan bahwa kegiatan Monev itu bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan, efektivitas, serta dampak program yang telah dilaksanakan selama beberapa minggu terakhir.
Pantauan media ini, Dr. Maksimus Regus, S.Fil.,M.Si. Rektor Unika St. Paulus Ruteng dalam kunjungan Monev itu didampingi oleh Dr. Yuliana Wahyu, S.Si.,M.Pd selaku Ketua Panitia KKN, tim dosen pembimbing lapangan, Dr. Ans Prawati Yuliantari, M.Hum., Angela Klaudia Danu, M.Pd., Mariana Jediut, M.Pd., dan Elfrida Knaofmone, M.Si.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











