Kisah Margareta Dinut, Tanah Subur Sekitar Kawah Ulumbu

“Menurut saya itu tidak benar. Ulumbu ini bukan dibuat oleh manusia, kehendak Tuhan. Sejak dari dulu, tapi tidak ada pengaruh terhadap ruang hidup kami,” katanya.

Soal keberadaan pembangkit kata Margareta, juga tidak ada persoalan dengan kehidupan warga sekitar.

Ketahui, PLTP Ulumbu diresmikan pada 11 November 2011 oleh Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan.

Pembangkit Listrik yang dikenal ramah terhadap lingkungan ini berkapasitas 2 X 5 MW. PLTP Ulumbu menjadi andalan daratan pulau Flores dalam pemenuhan pasokan listrik bagi masyarakat.

Sejak beroperasi pada 2011 silam, warga sekitar Ulumbu turut merasakan manfaat dari kehadiran pembangkit listrik ramah lingkungan ini.

Sebut saja, Perusahaan Plat Merah di bawah naungan Kementrian BUMN ini, PT PLN dalam aktifitasnya di Ulumbu turut memberi dampak bagi masyarakat setempat baik dalam peningkatan Ekonomi maupun penyerapan lapangan pekerjaan.

Seperti diceritakan Margareta Dinut, yang bermukim tidak jauh dari pembangkit listrik PLTP Ulumbu turut merasakan manfaatnya.

Sejak beroperasi PLTP Ulumbu Ia bersama suaminya membuka usaha Kios. Dari hasil yang mereka proleh cukup mampu membiayai kehidupan keluargnya.

“Kehadiran PLTP Ulumbu membawa dampak bagi keluarga kami, banyak karyawan yang kerja di sini, kami juga berjualan rokok, kopi dan juga kebutuhan lain. Sehingga banyak tamu yang datang di sini dan jualan kami laku,” tutup Ibu Margareta.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel