Sesampainya di rumah, ia segera mempersiapkan makan untuk anak-anaknya, memastikan mereka tetap sehat dan memiliki semangat untuk belajar.
Anak-Anak sebagai Sumber Kekuatan
Anak-anak Ida adalah sumber kekuatannya. Mereka menyadari betapa besar pengorbanan ibunya, setiap malam di bawah cahaya lampu minyak, mereka duduk bersama belajar dan bercerita tentang harapan-harapan mereka. Ibu Ida selalu berkata,
“Kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh. Pendidikan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik” tutur bu Ida kepada anak-anaknya.
Tantangan Ibu Ida
Tantangan ibu Ida dalam menjajaki jualannya adalah cuaca hujan yang begitu lebat. Di tengah hujan deas ibu tetap setia menjajaki ik ikan jualannya.
Pada suatu ketika, hujan deras terus mengguyur tanpa henti, jalanan menjadi sangat licin dan berbahaya. Ia tergelincir dan ikan-ikannya tercecer di tanah berlumpur.
Dengan air mata mengalir, ia memunguti ikan-ikan itu satu per satu, berharap masih ada yang bisa ia jual.
Meski kehilangan sebagian penghasilan hari itu, ia tidak menyerah.
“Rezeki itu sudah ada yang mengatur,” gumamnya pelan sambil menguatkan hati.
Nilai-Nilai Kehidupan
Di tengah semua kesulitan, ia selalu mengajarkan kepada anak-anaknya tentang nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan rasa syukur.
“Hidup ini tidak mudah, tapi kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki,” ujarnya sambil tersenyum.
Seorang Pejuang Tangguh
Ibu Ida adalah seorang wanita yang berusaha sendiri mencari nafkah demi menghidup anak-anaknya dengan menjual ikan. Ibu Ida ini sudah berumur 46 tahun dan memiliki buah hati hanya satu orang saja. Sedangkan suami dari ibu Ida sudah meninggal, dan sejak itu ibu Ida mempunyai niat untuk membuka usaha dengan menjual ikan di seputaran kampung.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel