Ruteng, infopertama.com – Suasana Aula Maria Asumpta Katedral Ruteng berubah ketia Wisuda Unika Santu Paulus Ruteng dipenuhi semangat dan keteduhan reflektif ketika Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng (YASPAR), Romo Ledobaldus Roling Mujur, hadir memberikan sambutan yang menggugah pada Wisuda Periode Desember 2025, pada Sabtu, 6 Desember 2025
Dengan tema besar “Membangun Daya Kritis, Inovatif, dan Adaptif Gen-Z dalam Menghadapi Era Post Truth”, Romo Ledobaldus menantang para wisudawan untuk berdiri sebagai generasi yang mampu menjaga kebenaran di tengah kaburnya batas antara fakta dan hoaks.
Dalam sambutannya, Romo Ledobaldus menjelaskan bahwa wisuda bukan hanya ajang perayaan kelulusan, melainkan momentum peralihan peran intelektual yang membawa tanggung jawab sosial.
“Kalian lahir dan dewasa di tengah banjir informasi, di mana fakta dan hoaks hanya terpisah beberapa klik. Di era post-truth, suara yang paling keras sering menutupi kebenaran,” ujarnya membuka orasi.
Daya Kritis Jadi Senjata Utama Gen-Z
Romo Ledobaldus menegaskan bahwa daya kritis menjadi fondasi pertama yang harus dimiliki para lulusan. Ia mengajak wisudawan menjadi pencari kebenaran yang bertanggung jawab, bukan konsumen pasif dari narasi digital.
“Belajarlah bertanya: dari mana sumbernya? Apa buktinya? Siapa yang diuntungkan? Jangan hanyut oleh narasi viral. Jadilah produser kebenaran,” tegasnya.
Menurutnya, kampus telah membekali para wisudawan kemampuan berpikir sistematis, menguji hipotesis, dan berani mengakui ketidaktahuan sebagai langkah awal menemukan kebenaran.
Inovasi Menjadi Jalan untuk Memimpin Dunia yang Disrup tif
Ketua YASPAR menekankan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan, bukan pilihan. Perubahan cepat di era digital menuntut mahasiswa untuk menciptakan solusi lintas disiplin.
“Apa yang benar hari ini bisa usang besok. Kalian harus berani menciptakan solusi baru, bahkan bidang baru yang belum bernama. Inovasi adalah syarat untuk bertahan dan memimpin,” jelasnya.
Romo Ledobaldus mengajak Gen-Z Unika menjadi arsitek masa depan dengan ide yang segar dan progresif.
Adaptasi Cerdas yang Berakar pada Nilai
Selain kritis dan inovatif, wisudawan juga diminta mengembangkan adaptasi cerdas yang tidak kehilangan nilai kemanusiaan.
“Adaptasi bukan ikut-ikutan tren. Adaptasi berarti berpegang pada integritas, nilai kemanusiaan, dan kebenaran, meski dunia berubah sangat cepat,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa teknologi, iklim, geopolitik, dan kultur sosial bergerak sedemikian cepat sehingga hanya generasi yang adaptif-lah yang mampu memimpin perubahan.
Gen-Z Dipanggil Mengakhiri Era Post-Truth
Dalam bagian paling kuat dari sambutannya, Romo Ledobaldus menegaskan bahwa Gen-Z bukan generasi yang terjebak dalam era post-truth melainkan generasi yang dipanggil mengakhirinya.
“Kalian adalah penjaga akal sehat di tengah kegilaan informasi. Kalian adalah pembawa obor kejujuran di tengah kegelapan manipulasi,” serunya disambut tepuk tangan meriah.
Ia mengingatkan bahwa ijazah yang diterima hari ini bukan sekadar dokumen pendidikan, melainkan mandat moral.
“Ijazah kalian adalah surat kepercayaan bahwa kalian siap membawa tiga kekuatan itu: kritis, inovatif, dan adaptif untuk memperbaiki dunia yang sedang sakit karena kehilangan kebenaran,” ungkapnya.
Di akhir sambutan, Romo Ledobaldus menutup dengan pesan reflektif, “Di dunia yang penuh kebisingan, jadilah suara yang tenang namun tegas membela kebenaran. Di dunia yang penuh kepura-puraan, jadilah pribadi yang autentik. Dan di dunia yang takut berubah, jadilah agen perubahan yang penuh harapan.”
Wisuda kali ini tidak hanya merayakan capaian akademik para lulusan, tetapi menegaskan peran mereka sebagai generasi yang mampu menjaga kebenaran, merawat kemanusiaan, dan memimpin perubahan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel