KBG Santo Yosep Ka Redong Wujudkan Kekudusan Lewat Pelayanan dan Kepedulian Nyata

Umat Sebagai Penggerak Utama Karya Pastoral

Mengusung semangat Sinode IV Keuskupan Ruteng, Pater Kris mengingatkan pentingnya menempatkan umat sebagai penggerak utama dalam karya pastoral (liturgia, koinonia, pewartaan, dan diakonia).

Pola pelayanan Gereja kini bergeser menjadi piramida terbalik: umat berada di garis depan sebagai subjek pelayanan, sementara para imam hadir di belakang untuk mendampingi dan menguatkan, di samping tetap memegang tugas khusus dalam perayaan Ekaristi dan pelayanan sakramental.

Semangat Komunio Melalui Kolekte Bulan Rosario

Semangat persekutuan dan solidaritas tersebut turut diwujudkan umat KBG Santo Yosep melalui pengumpulan kolekte selama Bulan Rosario—sebuah inisiatif paroki yang digerakkan secara khusus oleh kaum ibu.

Ketua KBG Santo Yosep, Rikhardus Roden, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ibu yang menjadi motor penggerak partisipasi umat. Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sekitar Rp900.000 yang kemudian diserahkan secara resmi oleh perwakilan umat, Herman Jenidu, kepada Pater Kristianus Sambu, SVD, di rumah pastoran seusai Misa.

Menanggapi hal tersebut, Pater Kris menyambut baik inisiatif tersebut dan mengingatkan agar semangat memberi senantiasa berakar dari rasa syukur atas berkat Tuhan.

“Persoalan keluarga, sosial, dan ekonomi tidak boleh dibiarkan menjadi beban satu pihak saja, tetapi harus dihadapi melalui kepedulian dan solidaritas bersama,” pesan Pater Kris.

Melalui pengalaman KBG Santo Yosep, umat diingatkan bahwa Gereja yang hidup adalah Gereja di mana umatnya saling melayani, berjalan bersama, dan memastikan tidak ada sesama yang berjuang sendirian.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel