Cepat, Lugas dan Berimbang
Berita  

Jalanan Manggarai Menjelma Menjadi Pesta Rakyat: Euforia dan Budaya Sambut Para Riders Tour de EnTeTe

Ruteng, infopertama.com – Gemuruh sorak dan tepukan meriah warnai hari ketika para rider Tour de EnTeTe satu per satu memasuki pusat Kota Ruteng, Sabtu, 20 September 2025. Awan kelabu yang semula bergelayut di atas langit perlahan mundur; cahaya sinar kembali menyambut roda-roda atlet yang telah menuntaskan etape sembilan dari Bajawa menuju Ruteng sejauh 135 km.

Di Natas Labar Motang Rua, suasana berubah menjadi perayaan budaya: siswa-siswi SMAK Setia Bakti mempersembahkan tarian Tiba Meka di bawah bimbingan Irna Aburman; ritus adat Tuak Curu dan Manuk Kapu diselenggarakan sebagai penghormatan; dan selendang songke dikalungkan sebagai tanda penerimaan dan penyambutan kepada para peserta.

Di sepanjang bahu jalan, euforia warga begitu terasa. Sebagian sibuk mengabadikan setiap momen lewat kamera ponsel. Momentum ini mejadi pertemuan hangat antara semangat, budaya, dan kebanggaan kolektif dan menjadi representasi nyata dari kerinduan masyarakat akan suasana meriah yang menyatukan, yang tak sekadar menonton, tapi merasakan dan merayakan bersama.

Etape sembilan ini pun menjadi panggung milik Youcef Reguigui dari Madar Pro Cycling Team asal Aljazair, yang tak terbendung pada tanjakan-tanjakan berat. Di belakangnya, Lois Buffin dari Prancis/Team Kronospeed Paris dan Matej Drinovec dari Australia/Nex Velofit Team terlibat duel gigih memperebutkan podium.

Bupati Manggarai, Herybertus GL Nabit, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah menyatukan tenaga, waktu, dan semangat demi suksesnya Tour de EnTeTe, dari para pembalap yang menantang batas, panitia yang bekerja tanpa henti, hingga dukungan hangat dari Pemerintah Provinsi NTT. “Tour de EnTeTe menjadi kebanggaan sekaligus ajang promosi pariwisata. Kami bangga karena Manggarai bisa dikenal dunia melalui sport tourism. Selamat menikmati keindahan alam dan budaya Manggarai,” kata Bupati Heri.

Dengan nada hangat ia menyapa para riders: “selamat datang di Ruteng, di bawah langit yang mendung, kami mengucapkan selamat datang di Kota ruteng,” ucapnya

Kota yang berdiri tenang di bawah lembah deretan Poco Likang, di mana mendung tak selalu berarti hujan, melainkan doa yang menggantung, menyambut roda-roda para riders yang menaklukkan tanjakan dan menuruni lereng khas dataran Flores.

Tak sekadar sambutan, ia pun mengundang semua peserta untuk bersantap dalam malam penuh rasa, sebuah gala dinner yang bukan sekadar jamuan, melainkan persembahan dari dapur tradisi, di mana setiap hidangan adalah kisah, dan setiap rasa adalah jejak budaya Manggarai yang tak lekang waktu.

Event Tour de EnTeTe di Manggarai bukan hanya soal kecepatan dan kemenangan. Ini adalah kesempatan warga memperlihatkan keindahan alam, budaya, dan keramahan Manggarai kepada dunia. Sebuah momentum untuk memberi ruang agar Manggarai dikenal tidak sekadar sebagai lanskap, tetapi sebagai tempat di mana budaya berbicara, dan rakyat menjadi tuan rumah merayakan semangat sport tourism.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel