Blora, infopertama.com – istri perangkat desa di kabupaten Blora, Jawa Tengah meminta uang sumbangan kepada penerima dana BLT kompensasi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kasus pemotongan dana BLT BBM terjadi di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Pemotongan sebesar Rp20.000 per keluarga penerima manfaat dengan dalih untuk iuran itu diduga dilakukan oleh istri perangkat desa setempat.
Kabar pemotongan dana ini pun langsung mendapat respon dari pihak kepolisian dan bupati Blora.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut pihak-pihak yang melakukan pemotongan dana bantuan langsung tunai untuk masyarakat kurang mampu merupakan pengkhianat negara.
“Tidak boleh ada yang mengganggu pelaksanaan dana kompensasi BBM. Maka mereka yang bermain hal kotor di sini, itu pengkhianat negara. Itu berkhianat kepada negara,” tegas Ganjar saat memberikan arahan secara daring kepada camat, kepala desa, serta aparatur sipil negara. Dan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Kabupaten Blora, Rabu.
Bupati Blora Arif Rohman menginisiasi pengarahan ini setelah ada kejadian istri perangkat desa di daerahnya meminta uang sumbangan dari penerima bantuan kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Ganjar, kenaikan harga BBM itu sudah melalui pertimbangan matang seiring kenaikan harga minyak dunia. Sehingga, pemerintah pusat melakukan penyesuaian dengan cara memangkas subsidi BBM yang saat ini sudah mencapai Rp502 triliun untuk kemudian alokasikan ke sektor lain.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











