Cepat, Lugas dan Berimbang

Manfaatkan Pangan Lokal, Inovasi PERMATABELO Tingkatkan Gizi Anak, Cegah Stunting

“Tujuan kami adalah memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup tanpa harus bergantung pada produk pabrikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fabiola menyampaikan bahwa, inovasi ini tidak hanya berdampak langsung pada penurunan angka stunting, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang berbasis pangan lokal.

“Tujuan kami adalah memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup tanpa harus bergantung pada produk pabrikan,” ungkapnya.

Inovasi ini sebenarnya berawal dari kepedulian tenaga kesehatan terhadap tingginya prevalensi stunting di Desa Riung dan desa sekitarnya. Melihat potensi pangan lokal yang melimpah, seperti labu kuning, ubi ungu, kacang hijau, dan sayuran segar dari kebun warga, pihaknya berinisiatif mengolah bahan-bahan tersebut menjadi makanan tambahan bergizi bagi balita, sebagai langkah konkret menekan kasus stunting secara berkelanjutan.

Sementara itu, Martina, seorang kader Posyandu, menyoroti kebiasaan konsumsi jajanan instan sebagai salah satu penyebab utama kekurangan gizi kronis pada anak.

Menurutnya, makanan ringan yang tinggi kandungan garam, gula, serta bahan pengawet namun rendah nilai gizi sering membuat anak merasa kenyang. Padahal, tubuh mereka tetap kekurangan zat penting seperti zat besi, vitamin A, protein, dan mikronutrien lainnya yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal.

Selain memanfaatkan pangan lokal, inovasi ini juga melibatkan kader posyandu dan keluarga secara aktif. Mulai dari pengolahan bahan, distribusi, hingga edukasi pola makan sehat. Hal ini mendorong keterlibatan masyarakat dan menjadikan program lebih berkelanjutan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN